Home Berita Pemilihan Ketua Sekolah Tinggi Penerbangan Indonesia Curug Disoal

Pemilihan Ketua Sekolah Tinggi Penerbangan Indonesia Curug Disoal

0

Proses Pemilihan Ketua Sekolah Tinggi Penerbangan Indonesia (STPI) Curug, Tangerang, Banten, dipersoalkan sejumlah akademisi di lingkungan perguruan tersebut. Padahal, tujuh calon ketua STPI terpilih sudah tersaring menjadi tiga calon ketua STPI .

Sejumlah mahasiswa dan dosen menyoal kriteria tiga calon ketua dan menuntut kejelasan proses pemilihan yang berlangsung kemarin, Selasa (23/8/2016).

Ketiga calon kandidat ketua STPI Curug tersebut adalah Asri Santosa S.T S.SiT M.T,  Kol. Pnb. Novyanto Widadi S.IP, dan Kapt. Afirianto S.S.Pd, M.M.

Ahmed Saleh, salah satu alumni STPI Curug mengatakan, proses perekrutan tersebut menurutnya tidak transparan sesuai dengan statuta STPI Nomor SK. 29/DL.003/Diklat 2001 Pasal 33 tentang pengangkatan, pemberhentian, masa jabatan Ketua dan Pembantu Ketua ayat 1 menerangkan Ketua diangkat dan diberhentikan oleh Menteri setelah mendapat pertimbangan Senat.

“Pasal 35 tentang sekolah tinggi Ayat 2 butir G menerangkan bahwa Senat memberikan pertimbangan kepada Menteri berkenaan dengan calon-calon yang diusulkan untuk diangkat menjadi Ketua dan Pembantu Ketua,” jelasnya.

Peraturan Menteri Riset, Teknologi, Dan Pendidikan Tinggi Republik Indonesia Nomor 1 Tahun 2016 Pasal 4 berbunyi, Persyaratan untuk diangkat sebagai Rektor/Ketua/ Direktur : a. Pegawai Negeri Sipil yang memiliki pengalaman jabatan sebagai dosen dengan jenjang akademik sebagai berikut:  1. bagi calon Rektor universitas/institut paling rendah Lektor Kepala; atau 2. bagi calon Ketua sekolah tinggi dan politeknik/akademik paling rendah Lektor. 3. memiliki pengalaman manajerial, paling rendah sebagai ketua jurusan/ketua program studi/kepala pusat atau sebutan lain paling singkat 2 (dua) tahun di perguruan tinggi.

“Dalam hal ini yang dipertanyakan adalah proses penyeleksian yang sudah terlalu jauh dilaksanakan kemarin, bahkan menurut informasi yang didapat tinggal penetapan SK salah satu calon yang terpilih dari ketiga kandidat tersebut untuk menjadi ketua STPI Curug Tangerang,” tambahnya.

Sedangkan sesuai dengan pasal 33 dan 35 di atas tersebut bila ditinjau Pasal 33 dan Pasal 35 Statuta Sekolah Tinggi Penerbangan Indonesia (STPI) sudah seharusnya Menteri menanyakan atau berkonsultasi dengan senat yang ada di STPI sebelum mengadakan penyeleksian kepada para kandidat.

Hal ini sudah sangat bertentangan dengan Statuta STPI dan Peraturan Menteri Riset, Teknologi, dan Pendidikan Tinggi Republik Indonesia Nomor 1 Tahun 2016 Pasal 4 Ayat A, sedangkan pada calon kandidat yang telah lulus assesment masih didapati seorang TNI berpangkat Kolonel. Maka, sebagai alumni STPI merasa keberatan dengan pola-pola pengangkatan Ketua STPI yang tidak sesuai dengan prosedur yang ada.

“Untuk itu, kami meminta kepada Menteri untuk tidak menerbitkan Surat Keputusan (SK) maupun melantik para calon tersebut sebelum berkonsultasi kepada senat STPI,” tegas Saleh. (Acp)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here