Home Berita Pengamat Prediksi WH-Andika Vs Rano Miliki Peluang Imbang

Pengamat Prediksi WH-Andika Vs Rano Miliki Peluang Imbang

0

Peta politik pilgub Banten mulai tampak terang. Sejumlah figur dan partai politik telah membentuk kongsi untuk bertarung pada Pilkada 2017 mendatang. Wahidin Halim dan Andika Hazrumy diusung maju oleh Partai Demokrat, Golkar, PKS, dan Harura.

Sementara calon petahana, Rano Karno tinggal menentukan pendampingnya. Meski begitu, santer terdengar, Bintang Si Doel Anak Sekolahan ini, dikabarkan akan berpasangan dengan bekas Bupati Serang, Taufik Nuriman. Selain PDIP, pasangan Rano-Taufik didukung partai Gerindra.

Adi Prayitno, Pengamat politik sekaligus Dosen Politik UIN Jakarta memperkirakan ada beberapa faktor yang akan membuat politik di Banten menarik. Pertama, faktor Rano Karno sebagai calon petahana yg memiliki jangkauan akses memadai di seluruh pelosok Banten. “Bisa dipastikan, semua rakyat Banten sudah mengenal Rano Karno. Ditambah lagi dengan sosok Taufik Nuriman yg cukup membumi di Kabupaten Serang membuat pasangan ini cukup kuat,” beber Adi Prayitno.

Kedua, tentu faktor Wahidin Halim dan Andika Hazrumy. Pasangan ini bisa dipastikan sebagai penantang utama yang tak kalah kuatnya dengan pasangan Rano dan Taufik Nuriman. WH memiliki reputasi cantik saat menjadi Walikota Tangerang. Apalagi saat ini WH menjadi anggota DPR RI dari Dapil Banten 3.

Tak cukup itu, WH akan didampingi ‘putra mahkota’ dinasti politik Banten, Andika Hazrumy. “Meski diterpa badai maha dahsyat, kekuatan politik dinasti ibu Atut mampu mengkonsolidasikan kekuatan politiknya. Walikota Tangsel, Bupati Kabupaten Serang, walikota Serang, serta wakil bupati Pandeglang merupakan representasi kekuatan politik dinasti Atut,” ungkapnya.

Dengan tanpa menafikan dua kandidat dari jalur independen, dua faktor di atas akan menjadi faktor yang menarik dalam perhelatan Pilkada Banten 2017 mendatang. “Dua pasangan kandidat akan bersaing ketat, karena peluangnya sama, fifty fifty (50:50),” jelas adi Prayitno.

Selanjutnya, faktor menarik lain dari pilkada Banten kali ini adalah cairnya isu politik dinasti. Tak seperti Pilkada Banten sebelumnya yang cukup dominan dengan isu politik dinasti Atut, Pilgub kali ini isu tersebut mengabur.

Sedangkan terkait isu politik dinasti cair, menurut Adi, ada beberapa sebab. Pertama, nyaris tak ada calon kuat yang bertarung di pilkada Banten saat ini beririsan dengan dinasti politik Atut. Sebut saja Rano Karno yang pernah menjadi wakil gubernur Atut dan Taufik Nuriman yang selama dua periode berpasangan dengan Tatu Chasanah (saudara Atut) di Kabupaten Serang. Sebaliknya calon gubernur Wahidin Halim dalam pilkada Banten lalu melawan Atut, kini berpasangan dengan Andika Hazrumy merupakan putra Atut. Bahkan Calon perseorangan, Dimyati Natakuma merupakan suami Irna Narulita (Bupati Pandeglang) yang berpasangan dengan menantu Atut di Pandeglang.

“Dalam konteks inilah kemudian relevansi politik dinasti di Banten mulai tak menarik diperbincangkan. Oleh karena itu, Gerakan Anti politik tak terwakili dari calon yg ada saat ini. Kecuali gerakan anti dinasti politik mengusung tokoh yang tidak pernah kecipratan dan berselingkungkuh dengan dinasti politik Atut, bisa dikatakan gerakan ini bermartabat,” tutupnya. (Uar)


LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here