Home / Berita / 42 Orang Usia Produktif di Kota Tangerang Positif HIV/AIDS

42 Orang Usia Produktif di Kota Tangerang Positif HIV/AIDS

Meningkatnya penyakit HIV/AIDS pada usia produktif (15-49 tahun) telah mengkhawatirkan. Sebanyak 42 orang di Kota Tangerang positif mengidap penyakit mematikan tersebut sesuai data dari Komisi Penanggulangan AIDS (KPA) Kota Tangerang.

“Ada 2 orang yang terjangkit penyakit HIV AIDS pada umur lanjut usia. Lebih banyaknya kepada usia produktif yang terjangkit penyakit HIV AIDS,” jelasnya Tia Surya Ningsih, Divisi Program KPA Kota Tangerang saat ditemui di kantornya, Kamis (10/11/2016).

Dijelaskan Tia, penyakit HIV AIDS di Kota Tangerang lebih berdominasi kepada jenis kelamin laki-laki yang terjangkit penyakit tersebut. Terutama bagi laki-laki yang suka berhubungan intim dengan laki-laki dan mudah terjangkit dengan penyakit HIV AIDS.

“Ada 68 persen laki-laki dan 32 persen wanita. Lebih banyak kalau digolongkan kepada data yang diisi oleh orang yang terjangkit penyakit itu saat pemeriksaan, menuliskan mereka suka dengan sesama jenis, 14 orang pada tahun ini yang sesuka jenis laki-laki,” ungkap Tia.

Selain itu, diharapkan Tia, Pemerintah Kota Tangerang dapat menyediakan laboratorium pengecekan penyakit HIV AIDS yang sedianya dilengkapi dengan alat-alat yang memadai. Agar para penderita penyakit HIV AIDS dapat mengecek dan mengontrol penyakitnya di RSUD Kota Tangerang.

“Sekarang kita masih memakai RSUD Kabupaten Tangerang apabila para terjangkit penyakit HIV AIDS melakukan pengecekan. Kalau bisa RSUD Kota Tangerang dilengkapi alatnya di laboratoriumnya. Agar tak terulang kembali penolakan para penderita HIV AIDS dari warga Kota Tangerang,” harapnya.

Sementara itu, ditanyakan siapa saja yang terjangkit penyakit tersebut, pihaknya tak bisa memberikan data tersebut. Dikarenakan, data tersebut masih dirahasiakan, agar si penderita tak merasa adanya perbedaan sosial ketika menjalani kehidupannya sehari-hari.

“Kalau data para penderita tak bisa disebutkan, karena dirahasiakan data tersebut. Lalu juga para petugas yang melakukan pengecekan, tak boleh memaksa orang untuk melakukan pengecekan terkait penyakit itu. Kecuali orang yang sudah berada di rumah sakit dan tak sembuh-sembuh, maka petugas RS tersebut memberikan inisiatif kepada pasien itu untuk dilakukannya pengecekan,” pungkas Tia. (Yip)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

x

Baca Juga

May Day 2017, Buruh di Tangsel Gelar Pertandingan Futsal

Hari buruh nasional yang jatuh pada tanggal 1 Mei mendatang akan di meriahkan dengan adanya ...

madr0s1d.com