Home Berita Sidang Wanprestasi WH, BPN Benarkan Sertifikat Tanah Atas Nama AUS

Sidang Wanprestasi WH, BPN Benarkan Sertifikat Tanah Atas Nama AUS

0

Sidang lanjutan Wahidin Halim (WH) terkait wanprestasi jual beli tanah terhadap Anderson Urip Suryadi (AUS) digelar kembali di Pengadilan Negeri (PN) Tangerang, Jalan TMP Taruna, Kota Tangerang, Selasa (24/1/2017).

Dalam sidang itu, pihak tergugat yang dikuasakan kepada Natanael Aritonang memberikan beberapa bukti tambahan berupa foto dan kwitansi kepada hakim untuk dapat dipertimbangkan pada gugatan wanprestasi itu.

“WH sudah membayarkan semuanya, lalu juga telah dibuatkan Akta Jual Beli (AJB). Sebenarnya yang bermasalah dari H. Madrawi. H Madrawi tahun 2013 beli ke AUS. Nah, setelah itu 2014 dijualkan kembali ke orang lain dari H Madrawi. Karena harga tak ketemu, dijual ke WH. Itu sudah kita lunaskan pembayaran,” ucap Aritonang setelah selesai persidangan.

Bahkan, diterangkannya kembali, bahwa yang memblokir untuk pembalikan nama pada sertifikat tanah itu ialah H. Madrawi. Sebab, di Badan Pertanahan Nasional (BPN) Kabupaten Tangerang, WH tak dapat untuk merubah nama sertifikat itu.

“Tadi kami berikan semua data yang jual beli. Sampai ada AJB-nya berartikan sudah lunas itu. Pihak saya yang ingin ubah status tanah itu tak bisa. Atas adanya pemblokiran dari H Madrawi,” terangnya.

Sementara itu, BPN Kabupaten Tangerang Asep mengatakan, pihaknya memberikan salinan asli yakni sertifikat tanah yang beratasnamakan AUS kepada hakim dalam melihat kebenaran kasus itu.

“Salinan asli yang kami berikan ke hakim. Salinan sertifikat tanah itu masih bernama AUS,” singkatnya.

Kemudian, Kuasa Hukum AUS Syarief Abdul menuturkan, pihaknya sudah meyakini, bahwa AUS telah di wanprestasikan oleh WH. Karena kekurangan pembayaran dalam jual beli tanah itu.

“Baru bayar Rp 4,6 milliar. Sisanya Rp 6,1 milliar yang belum dibayarkan WH. Karena itu, WH tak bisa untuk balik nama sertifikat tanah milik AUS,” tuturnya.

Selain itu juga, bahwa yang pertama kali mempermasalahkan jual beli itu ialah H. Madrawi. Bahkan sebelumnya, H Madrawi pun telah melaporkan WH dengan kasus wanprestasi. Tetapi karena pengadilan melihat datanya yang tak sesui. Hasilnya sudah diingkrahkan.

“H. Madrawi sudah laporkan WH. Tapi tak kuat jadi selesai perkaranya. Namun klien kita yang merasa tak dibayarkan tanahnya. Dan mempunyai data yang kuat, AUS ingin menutut penyelesaian pembayaran ini. Besok akan dilanjutkan sidangnya dengan saksi dari kami 2 orang,” tandasnya. (Yip)

 

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here