Beranda Berita Pengeroyokan di Ciputat, Kapolres Pastikan tak Terkait Gengster Motor

Pengeroyokan di Ciputat, Kapolres Pastikan tak Terkait Gengster Motor

0

Pasca pengeroyokan 3 pemuda yang dilakukan oleh belasan orang di Ciputat ditegaskan Kapolres Tangsel, pelaku bukan bagian dari gengster melainkan sekelompok orang yang melakukan kriminal dengan senjata tajam (sajam).

“Penekanan saya selaku Kapolres Tangsel terkait maraknya isu adanya geng motor yang meresahkan masyarakat di wilayah Tangerang Selatan dan berkaitan dengan yang diamankan membawa sajam, maka saya tekankan bahwa di wilayah Tangsel belum ada gengsters sepeda motor,” terang AKBP Fadli Widyanto, Kapolres Tangsel via whatsapp, Minggu (28/5/2017).

Ia menyatakan, berdasarkan hasil pemeriksaan pelaku pengeroyokan hanya melakukan kriminal biasa yang melakukan tindak kriminal dengan menggunakan senjata tajam dan untuk memudahkan melarikan diri mereka menggunakan sepeda motor sebagai sarana untuk kabur sehingga para pelaku bukan gengster.

“Pelaku dinyatakan bukan gangster karena tidak terorganisir, tidak memiliki pemimpin (leader) tidak memiliki markas atau base camp, tidak memiliki identitas kelompok atau ciri kelompok, dan tidak memiliki anggota tetap sehingga kita tidak dapat sebut mereka sebagai gengster agar masyarakat tidak cemas dan takut di wilayah Tangsel ini,” urainya.

Menurutnya, yang dilakukan hanya merupakan tindak kriminal biasa dan merupakan dampak buruk dari pengaruh teknologi yang semakin maju dan berkembang. Sehingga berhasil mengahasut para anak muda yang menganggap dirinya hebat.

“Para pelaku hanya meniru apa yang mereka lihat di TV, berita-berita dan medsos. Perilaku mereka ini lebih kepada Imitation of Crime,” jelasnya.

Kapolres menghimbau, agar seluruh masyarakat meningkatkan kewaspadaan terhadap diri sendiri, keluarga maupun orang sekitar dan segera melaporkan kepada pihak kepolisisan terdekat terkait dugaan ataupun gerak mencurigakan dari sekelompok ataupun perorangan.

“Tindakan yang perlu dilakukan yakni, laporkan segera kepada kami Polri baik pospol, polsek, polres, atau anggota polri yang dikenal apabila melihat kejadian. Berikan informasi terkait kegiatan yang diduga rawan terjadi perkelahian dan tawuran, selanjutnya para orang tua agar mengawasi anak-anaknya baik ketika bepergian maupun teman-teman yang berpergian bersamanya,” imbaunya. (Arf)

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini