Home Berita 4 Hari Digelar, Omzet Pameran Harkopda Tangsel Rp 5.2 M

4 Hari Digelar, Omzet Pameran Harkopda Tangsel Rp 5.2 M

0

Walikota Tangerang Selatan (Tangsel) Airin Rachmi Diany bersama Sekretaris Kementerian Koperasi dan Usaha Kecil Menengah (UKM) Meliadi Sembiring, dan Kadis Koperasi dan UKM Provinsi Banten Tabrani menutup acara peringatan hari koperasi daerah (Harkopda) ke -71, bertempat di Lapangan ex Tomang Tol, Pamulang, Kota Tangsel, Minggu (14/10/2018).

Acara yang diselenggarakan selama empat hari dan diikuti sebanyak 192 koperasi dan UKM tersebut menghasilkan omzet atau pemasukan mencapai Rp 5.2 Miliar.

Plt Kepala Dinas Koperasi dan UKM, Kota Tangsel, Dahlia Nadaek, menjelaskan, selama empat hari digelar pameran produk UKM dan bazar meraih omset sebesar Rp 5.2 Miliar. “Ini momentum untuk meningkatkan pendapatan dan omset bagi pelaku UMKM yang ada di Tangsel, sehingga UMKM Tangsel mendapatkan branding produk,” ungkapnya.

Ia mengimbau kepada masyarakat untuk mau menggunakan atau memakai produk UMKM Tangsel. “Mari kita gunakan produk UMKM yang ada di Tangsel setiap ada kegiatan, “ajaknya sambil mengajak masyarakat untuk menjadi anggota koperasi.

Dahlia menjelaskan, selama empat hari, berbagai kegiatan dilakukan, yakni pemilihan duta koperasi, cerdas cermat antar sekolah, lomba paduan suara,karnaval yang diikuti sebanyak 27 koperasi dan komunitas.

Kepala Dinas Koperasi dan UKM Provinsi Banten, Tabrani berharap kegiatan ini dapat tersosialisasikan dengan baik. “Se-Banten ada 4360 koperasi yang aktif, koperasi adalah sebuah kegiatan yang dilakukan masyarakat, untuk mewujudkan perekonomian masyarakat,karena koperasi merupakan kegiatan dari masyarakat untuk masyarakat,” jelasnya.

Ia mengatakan, pada 20 Oktober Provinsi Banten mengadakan kegiatan yang sama yang diadakan di Kabupaten Lebak. “Saya berharap UKM Tangsel bisa ikut di kegiatan tersebut,” ungkapnya.

Sementara,Walikota Tangsel, Airin Rachmi Diany, mengucapkan selamat dan sukses, dirgahayu koperasi yang ke -71. ” Kita tahu persis semangat koperasi di Tangsel,target kita Tangsel menjadi kota Koperasi, “katanya.

Tangsel ingin jadi Kota koperasi, karena punya potensi sumber daya manusia (SDM) yang mempunih,”Di Tangsel tidak hanya koperasi simpan pinjam saja, tetapi koperasi yang bentuknya sesuai dengan yang dicita-citakan pak Menteri yakni satu koperasi yang mewadahi seribu pelaku UKM yang ada di Tangsel. Ini bisa tercapai jika ada kolaborasi dan kerjasama,” ungkapnya.

Walikota Tangsel, Airin Rachmi Diany, berpesan, ketahuilah apa yang menjadi kemampuan dan kemauan bapak ibu sebagai pelaku UKM. “Jangan dipaksakan jika jiwanya tidak di Koperasi, namun jika memiliki jiwa, maka lakukan yang terbaik, sesulit apapun bisa mendapatkan solusinya,” jelasnya.

Sekretaris Kementerian Koperasi, Meliadi Sembiring, menjelaskan, bahagianya bisa hadir di kegiatan ini. “Bagaimana perkembangan koperasi dan UKM bisa lebih baik dari daerah lain, caranya dengan bersinergi dan memanfaatkan potensi yang ada,” ungkapnya.

Meliadi, mengatakan, koperasi itu gk boleh sakit gigi, koperasi ada penilaian kesehatannya, penilainnya pun berbeda-beda. “Kesehatan koperasi dan manusia pun berbeda, kalau sakit harus diobati. Sehingga perlu adanya pemerataan koperasi di Tangsel, sehingga tumbuh koperasi yang berkualitas, “katanya.

Dia mengatakan, bagaimana bisa meningkatkan kualitas perekonomian. “Reformasi total dengan reorientasi, kedepannya kualitas, keddpannya harus berkualitas, kalau tidak berkualitas harus disuntik dan di bubarkan, kita melakukan pembenahan data best untuk koperasi yang tidak berkualitas,” singkatnya.(Ban)