Home Bandara Pasca Insiden Pesawat JT610, Kemenhub Perketat Standar Keselamatan Penerbangan

Pasca Insiden Pesawat JT610, Kemenhub Perketat Standar Keselamatan Penerbangan

0

Kementerian Perhubungan memperketat standar keselamatan penerbangan baik untuk maskapai berbiaya murah atau low cost carrier (LCC) maupun pesawat dengan pelayanan penuh atau full service.

Pengetatan standar keselamatan tersebut dilakukan pasca insiden pesawat Lion Air PK-LQP yang jatuh di Perairan Karawang, Jawa Barat pada Senin (29/10) lalu.

Menhub Budi Karya Sumadi mengatakan, pihaknya akan lebih mengintensifkan pelaksanaan ramp check. Apabila ditemukan kekurangan dalam ramp check, maka pesawat tersebut dilarang terbang.

“Kita akan lakukan ramp check seperti yang kita lakukan tadi dengan 737 max 8 sehingga diharapkan satu kepastian kelaikudaraan. Apabila ditemukan kekurangan minor maka harus diperbaiki. Ketika tidak lolos ramp check maka dilarang terbang,” kata Budi Karya usai melakukan ramp check di Terminal 1 Bandara Soekarno-Hatta (Soetta), Tangerang, Minggu (4/11/2018).

Diberitakan sebelumnya, Menhub didampingi jajaran melakukan ramp check terhadap pesawat Batik Air PK -LQM jenis Boeing 737 Max 8 di Bandara Soetta.

“Oleh karenanya kami minta ke semua unsur untuk meningkatkan kinerja agar diperoleh suatu kinerja safety yang baik secara detail,” kata Menhub.

Lebih jauh ia menjelaskan, pihaknya akan mengintensifkan ramp check terhadap pesawat reguler khususnya.

“Kita akan lakukan ramp check seperti yang kita lakukan tadi dengan 737 max 8 sehingga diharapkan satu kepastian kelaikudaraan,” ujarnya.

“Hal yang lain sudah diintruksikan ke dirjen perhubungan udara untuk melakukan evaluasi terhadap regulasi peraturan yang berkaitan dengan safety dan mulai dilakukan Senin dan di-review secara berkelanjutan,” tambah mantan Dirut Angkasa Pura II ini.

Ia juga menyebut, pihaknya telah meminta pendampingan dari Federal Aviation Administration (FAA), International Civil Aviation Organization (ICAO) dan European Union (EU).

“Jadi akan kami review semuanya apakah ada yang salah,” pungkasnya. (Rmt)