Home Berita DPMPTSP Tangsel Siap Terapkan Perizinan Usaha Sistem OSS

DPMPTSP Tangsel Siap Terapkan Perizinan Usaha Sistem OSS

0

Sejak diresmikannya perizinan usaha melalui sistem perizinan tunggal secara Online Single Submission (OSS) oleh pemerintah pusat, Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP) Tangsel melakukan berbagai langkah untuk menerapkan OSS secara maksimal.

Penerapan OSS secara maksimal merupakan upaya untuk memberikan pelayanan kepada masyarakat Kota Tangerang Selatan.

Sistem OSS hadir dalam rangka pelayanan perizinan berusaha yang berlaku di semua Kementerian, Lembaga, dan Pemerintah Daerah di seluruh Indonesia, yang selama ini dilakukan melalui Perizinan Terpadu Satu Pintu. Selain melalui PTSP, masyarakat dapat mengakses Sistem OSS secara online di mana pun dan kapan pun.

Kepala DPMPTSP Kota Tangsel, Bambang Noertjahjo menjelaskan, sistem OSS yang merupakan amanat Peraturan Presiden Nomor 91 Tahun 2017 dan Peraturan Pemerintah  Nomor 24 Tahun 2018 tentang Pelayanan Perizinan Berusaha Terintegrasi Secara Elektronik, merupakan kebijakan percepatan pelaksanaan berusaha.

“Tentunya tujuannya adalah mendorong investasi menjadi lebih nyaman dan aman. Apalagi di era digital seperti ini perizinan usaha dapat diproses secara elektronik,” kata Bambang saat ditemui di kantor DPMPTSP Tangsel, Senin (26/11/2018).

Ia juga memaparkan, sejak diresmikannya sistem OSS, pihaknya telah melakukan klasifikasi jenis perizinan dan non perizinan sesuai dengan yang terlampir pada PP 24 tahun 2018.

“Izin yang melalui OSS ada 44 jenis izin, 76 jenis izin masih dikelola oleh SIMPONIE (Sistem Manajemen Perizinan Online),” ujarnya.

Selain itu, lanjut Bambang, pihaknya juga membentuk Satgas percepatan berusaha melalui Keputusan Walikota
Tangerang Selatan Nomor : 500/Kep.224-Huk/2018, serta menyediakan layanan mandiri, pelayanan bantuan, dan pelayanan VIP.

“Kami juga tetap berkoordinasi secara insentif ke Pemerintah Provinsi Banten (DPMPTSP) dan Pemerintah Pusat (Kemendagri, Kemenkominfo, Kemenko Bidang Perekonomian),” imbuhnya.

Hingga saat ini, DPMPTSP Tangsel terus melakukan sosialisasi penerapan sistem OSS.

Dikutip dari laman http://setkab.go.id, pelaku usaha yang akan ingin mendapatkan izin usaha, cukup mengakses laman OSS, yakni https://www.oss.go.id.

Saat mendaftar, masukkan NIK (Nomor Induk Kependudukan), nomor pengesahan akta pendirian atau nomor pendaftaran perseroan terbatas (PT), yayasan/badan usaha yang didirikan oleh yayasan, koperasi, persekutuan komenditer, atau badan hukum lainnya.

Selanjutnya, setelah mendapatkan akses ke laman OSS, pendaftar mengisi data yang ditentukan. Bahkan,  pelaku usaha yang belum memiliki Nomor Pokok Wajib Pajak (NPWP), OSS memproses pemberian NPWP.

Setalah berhasil mendaftar, lembaga OSS menerbitkan NIB (Nomor Induk Berusaha). NIB berbentuk 13 (tiga belas) digit angka acak yang diberi pengaman dan disertai dengan tanda tangan elektronik.

Dengan bermodalkan Nomor Induk Berusaha, pelaku usaha tak perlu lagi repot mengurus sejumlah perizinan lain seperti SIUP (Surat Izin Usaha Perdagangan), TDP (Tanda Daftar Perusahaan), angka Pengenal Importir  (API), dan Hak Kepabeaan serta RPTKA. Untuk API, Hak Akses Kepabenan, dan RPTKA, karena otomatis akan diberikan sesuai kebutuhan perusahaan.

Selain itu, pelaku usaha yang telah mendapatkan NIB sekaligus terdaftar sebagai peserta jaminan sosial kesehatan dan jaminan sosial ketenagakerjaan.

Pelaku usaha yang telah mendapatkan NIB, selanjutnya dapat mengurus izin usaha. Berbagai dokumen untuk memulai usaha dan/atau kegiatan sampai sebelum pelaksanaan komersial dan/atau operasional dengan memenuhi persyaratan dan/atau komitmen. (adv)