Home Bandara Keunggulan GSS Bandara Soetta yang Bakal Ditiru Oleh Changi Singapore

Keunggulan GSS Bandara Soetta yang Bakal Ditiru Oleh Changi Singapore

0

Terminal 3 Bandara Internasional Soekarno-Hatta (Soetta) merupakan Terminal Bandara terbesar di Indonesia.

Terminal dengan kapasitas 25 juta penumpang per tahun ini memiliki sistem yang berbeda dalam penanganan pesawat ketika berada di airside (sisi udara). Ialah Ground Support Services (GSS)

Bahkan, pengembang Bandara Changi Singapore tertarik dengan sistem GSS ini. Rencananya, Bandara Changi akan membangun Terminal 5 dan meniru sistem GSS Terminal 3 Bandara Soetta.

Adapun sistem GSS tersebut diantaranya, Ground Power Unit 400HZ (GPU), Pre-Conditioned Air (PCA) dan Blue Water, potable and sewage.

Senior Manager Of Airside Operation and Aircraft Rercue & Fire Fight, Indra Gunawan mengatakan, sistem GSS tersebut jauh lebih efisien dibanding dengan Ground Support Equipment (GSE) yang masih mobile atau menggunakan kendaraan khusus.

“Kalau bandara pada umumnya masih menggunakan mobile, jadi ada ground Support equipment yang sistemnya berjalan atau mobile. Kalau kita di Terminal 3 ini sudah langsung dibangun di dalam tanah,” kata Indra kepada tangerangonline.id di Terminal 3 Bandara Soetta, Tangerang pada Jumat (30/11/2018).

Indra menjelaskan, ketika pesawat membutuhkan pasokan daya (listrik) dari GPU maka langsung dapat dihubungkan melalui kabel yang dirancang sedemikian rupa di dalam tanah tanpa mendatangkan GPU portable mendekati pesawat.

“Dengan sistem ini dapat mengurangi resiko terjadinya kecelakaan kerja di dekat pesawat,” kata Indra.

Begitu juga dengan sistem PCA, saat pesawat membutuhkan pendingin udara tambahan di dalam kabin maka tidak lagi mendatangkan GSE khusus. Karena PCA sudah tersedia di setiap area parkir pesawat.

Yang terakhir adalah blue water, potable and sawage. Dengan sistem ini tidak ada lagi kendaraan khusus seperti Lavatory Service Truck dan Water Service Truck yang didatangkan untuk menguras limbah pesawat maupun memasok air bersih ke dalam pesawat.

“Mulai dari suplai potable water (steril) hingga menguras lavatory sudah ada alat masing-masing yang terhubung ke sistem di dalam tanah. Jadi dapat mengurangi pergerakan kendaraan di sekitar pesawat dan meningkatkan efisiensi dan keselamatan di sekitar pesawat”, kata Indra. (Rmt)