Home Berita Disperindag Kirim Tim Periksa Minimarket Disegel di Serpong Utara Namun Masih Operasi

Disperindag Kirim Tim Periksa Minimarket Disegel di Serpong Utara Namun Masih Operasi

0

Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) telah mengirim tim untuk memeriksa sebuah toko modern disegel Satpol PP Tangsel namun masih beroperasi di Jalam Melati Mas, Serpong Utara.

“Terkait Alfamidi yang disegel, kalau untuk izinnya memang ada di DPMPTSP, kalau untuk pengawasan dan pembinaannya ada di kita (Disperindag),” ujar Maya saat diwawancara awak media.

Ia mengatakan, pihaknya pun sudah mendapat surat dari Satpol PP terkait persoalan tersebut dan akan melakukan pembinaan ke minimarket tersebut.

“Kita lakukan kunjungan kesana, kita informasikan ke Alfamidi tersebut untuk menyelesaikan terlebih dahulu perizinannya,” kata Maya.

Selain itu, pihaknya bukan hanya mengecek perizinan namun dalam kunjungan tersebut dilakukan juga pembinaan dan sosialisasi terkait perizinan untuk usaha toko modern.

“Kita lakukan pembinaan, karena jangan-jangan mereka belum paham tata cara perizinannya, maka dari itu kita sosialisasikan dan kita bina. Setelah selesai perizinannya baru boleh beroprasi,” jelasnya.

Dari kunjungan tersebut belum ada laporan pasti terkait sebab pelanggaran yang dilakukan pihak pemilik toko modern tersebut.

“Dari kunjungan ke Alfamidi tersebut, saya sedang menunggu laporan dari tim yang berkunjung, mudah-mudahan mereka kooperatif, sehingga kita mudah untuk membinanya,” terangnya.

Maya menambahkan, untuk perizinan yang Disperindag kaji dan awasi dalam persoalan Alfamidi ini adalah Izin Usaha Toko Moderen (IUTM).

Maya juga menjelaskan, untuk keputusan pengeluaran izinnya ada di Dinas Penanaman Modal Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP). Pihaknya hanya bagian dari tim DPMPTSP kalau terkait perizinan IUTM, dimana dalam pengawasan melalui tim yang ada di Bidang Industri juga bersama DPMPTSP melakukan pengawasan langsung.

“Bisa turun ke lapangan untuk mengecek apakah mereka sudah melengkapi persyaratannya atau belum termasuk dari produk yang dibuat atau dipasarkannya. Misalnya, sesuai atau tidak dengan pengajuannya. Apakah ia dibidang kuliner, ritel, grosir dan sebagainya. Dalam pengawasan itu pula kita juga memberikan sosialisasi dan pembinaan seperti standarisasi produk dan sebagainya,” papar Maya.

Diketahui di tahun 2018 ada 40 rekomendasi dari Disperindag untuk IUTM.

Kepala Seksi Penyidikan dan Pengawasan Bidang Penegakan Perundang-Undangan pada Satpol PP Tangsel, Muchsin menyatakan pihaknya akan memanggil penanggung jawab bangunan Alfamidi tersebut untuk dilakukan proses.

“Kita akan panggil penanggung jawabnya, kita panggil, kita kenakan pasal IMB, pasal 13 A, kan bangunannya, karena prosesnya pembangunannya sudah selesai jadi bangunannya yang kita segel,” kata Muchsin. (Ban)