Beranda Berita Lemhannas RI Tandatangani Memorandum Saling Pengertian Dengan NIPSS Nigeria

Lemhannas RI Tandatangani Memorandum Saling Pengertian Dengan NIPSS Nigeria

0

Gubernur Lemhannas RI Letjen TNI (Purn) Agus Widjojo menerima kedatangan delegasi National Institute for Policy and Strategic Studies (NIPSS) Nigeria yang dipimpin oleh Direktur Jenderal NIPSS Nigeria, Jonathan Mela Juma, mni, di Ruang Tamu Gubernur Lemhannas, di Gedung Trigatra, Lemhannas RI, Jakarta, Kamis (24/1/2019).

Kunjungan yang diawali dengan Audiensi dengan Gubernur Lemhannas RI tersebut bertujuan untuk menandatangai Memorandum Saling Pengertian antara Lemhannas RI dan NIPSS Nigeria.

Dalam acara Penandatanganan Memorandum Saling Pengertian, Jonathan Mela Juma, mengatakan, bahwa dengan penandatangangan Memorandum Saling Pengertian ini diharapkan NIPSS Nigeria dan Lemhannas RI dapat berkembang bersama dan belajar dari pengalaman masing-masing institusi.

Jonathan Mela Juma kemudian mengatakan bahwa Nigeria dan Indonesia memiliki cukup banyak kesamaan bentuk tantangan yang dihadapi. Oleh karena itu, dengan diselenggarakannya kerja sama ini, diharapkan pula Nigeria dan Indonesia dapat menemukan solusi bagi tantangan di kedua negara.

“Saya berharap Memorandum Saling Pengertian ini dapat menjadi dasar yang solid sehingga diplomasi antar individu dapat terlaksana,” terang Jonathan Mela Juma.

Ia juga berharap akan semakin banyak warga Nigeria yang ke Indonesia dan begitu pula sebaliknya. Dikatakan bahwa banyak perusahaan Indonesia di Nigeria yang turut membantu perkembangan perekonomian di Nigeria.

Sementara itu, Gubernur Lemhannas RI, Letjen TNI (Purn) Agus Widjojo, mengatakan, bahwa penandatanganan Memorandum Saling Pengertian ini merupakan bentuk komitmen Lemhannas RI untuk membangun kerja sama dengan NIPSS Nigeria. Penandatangan tersebut juga merupakan sebuah upaya untuk memperkuat hubungan bilateral antar dua negara yang meliputi bidang-bidang yang terkait dengan tugas dan fungsi dari kedua institusi.

Mengenai hubungan kerja sama Indonesia dan Nigeria, Agus Widjojo, menyampaikan, bahwa kerja sama antara kedua negara telah terjalin sejak tahun 1965. Indonesia kemudian membangun Kedutaan Besar Indonesia di Lagos yang kemudian dipindahkan ke Abuja, Nigeria di tahun 2008.

“Nigeria, juga telah membangun kedutaan besarnya di Indonesia sejak 1976. Kerja sama antar kedua negara terjalin sangat baik dan terus berkembang. Hal tersebut berdasarkan fakta bahwa kedua negara memiliki posisis yang hampir sama dalam berbagai area,” beber Agus.

Menurutnya, kedua negara sama-sama bergabung pada gerakan non-blok, anggota Organisasi kerja Sama Islam, anggota di G77, G15, dan D8. Kerja sama antara Lemhannas RI dengan NIPSS Nigeria berfokus pada memperbaiki kualitas sumber daya manusia melalui pendidikan, menciptakan kajian strategis untuk isu-isu global, petukaran staf ahli, seminar bersama, dan bidang-bidang lain yang terkait dengan kedua Institusi.

Hadir dalam acara tersebut yaitu Konselor Kementerian Luar Negeri Nigeria, Beatrice N. Archibong, staf NIPSS Nigeria Prof Kyauta Bulus Tanyigna, Abimbola S. Raji, para Pejabat Struktural lemhannas RI, Tenaga Profesional, Tenaga Pengkaji, dan Tenaga Pengajar Lemhannas RI.

Acara tersebut kemudian ditutup dengan ramah tamah dan kunjungan beberapa fasilitas penunjang pendidikan di Lemhannas RI, seperti ruang kelas dan perpustakaan.

Lembaga Ketahanan Nasional RI merupakan (Lemhannas RI) adalah Lembaga Pemerintah Non-Kementerian yang berada di bawah dan bertanggung jawab kepada Presiden RI. Lemhannas RI dipimpin oleh seorang Gubernur dan dibantu oleh seorang Wakil Gubernur.

Visi Lemhannas RI yaitu “Menjadi Lembaga yang Berkualitas, Kredibel, dan Berkelas Dunia (World Class Institution) dalam Bidang Ketahanan Nasional.”

Lemhannas RI memiliki misi mewujudkan kader pimpinan tingkat nasional yang berdaya saing, berkarakter kebangsaan, demokratis, dan mampu berperan dalam pergaulan dunia internasional melalui pendidikan, memberikan masukan pemerintah dalam pengambilan kebijakan internasional, regional, dan nasional melalui pengkajian strategis; dan mewujudkan komponen bangsa yang berkarakter kebangsaan sesuai empat konsensus dasar bangsa melalui pemantapan nilai-nilai kebangsaan. (MRZ)