Home Berita 44 ODGJ di Kabupaten Tangerang Dievakuasi ke RS. Marzoeki Mahdi

44 ODGJ di Kabupaten Tangerang Dievakuasi ke RS. Marzoeki Mahdi

0

Sebanyak 44 Penderita Orang Dengan Gangguan Jiwa (ODGJ) di Kabupaten Tangerang dievakuasi tim Rumah Sakit dr Marzoeki Mahdi (RSMM) kota Bogor bekerjasama dengan Dinas Sosial Kabupaten Tangerang, Kamis (21/02/2019).

Menurut Kepala Dinas Sosial Kabupaten Tangerang, Arsyad Husein kegiatan ini mengambil ODGJ (Orang Dengan Gangguan Jiwa) dari puskesmas-puskesmas dan juga yang terlantar dijalanan.

“ini ada 44 orang yang tiga diantaranya merupakan ODGJ terlantar yang berhasil dihimpun oleh puskesmas disetiap kecamatan kabupaten Tangerang,” ujarnya.

Ia juga menjelaskan bahwa kegiatan ini bekerja sama dengan Dinas Ketenaga Kerjaan Kabupaten Tangerang. Karena untuk mengurangi ODGJ jikalau sudah sembuh dan bisa mendapatakan pekerjaan.

“Kita juga bekerjasama dengan Disnaker untuk diberi pelatihan bagi pasien yang sudah sembuh agar mereka memiliki altifitas yang lebih berguna untuk masyarakat,” jelasnya.

Menurut kordinator Lintas Sektoral Integrasi dan Promotor Kesehatan Jiwa RSMM Bogor, Iyep Yudiana kegiatan ini bertujuan untuk pelayanan kesehatan jiwa dari komunitas dan evakuasi ODGJ di Kabupaten Tangerang.

Iyep mengungkapkan, bahwa setelah diperiksa nantinya akan dibawa kerumah sakit dr. Marzoeki Mahdi dan selama 30 hari melakukan pelayanan disana. Setelah sembuh nantinya akan dikembalikan ke keluarga masing-mesin

“Dalam satu bulan nanti disana, tapi tidak satu bulan pas ya lebih kurang satu bulan. Setelah melakukan perawatan disana, syarat dia boleh pulang kalau sudah dapat aac dari dokter. Kalau ngga ya entar mereka pulang dalam keadaan belum sembuh,” ujarnya.

Iyep menjelaskan tahapan-tahapan atau metode yang dilakukan untuk menangani ODGJ ini dengan tiga tahapan. Yaitu dengan cara pengobatan dengan sistem medis yang otomatis, kemudian profesi keperawatan, dan juga ada penanganan psikolog, lalu penangan sosial.

“metodenya bisa macam macam ada aktifitas terapi kelompok, psikoterapi, psikoedukasi, ada rehabilitasi, psikososial, ada spritual dan lain lain,” tutupnya. (Ais)