Beranda Berita Mahasiswa Kabupaten Tangerang Soalkan Perda No. 10 Tahun 2014

Mahasiswa Kabupaten Tangerang Soalkan Perda No. 10 Tahun 2014

0

Mahasiswa yang tergabung dalam organisasi HMI (Himpunan Mahasiswa Islam) dan HMKT (Himpunan Mahasiwa Kabupaten Tangerang) lakukan audiensi terkait tuntutan pertanggung jawaban atas Peraturan Daerah Kabupaten Tangerang No 10 Tahun 2014 tentang Kepemudaan yang kaitannya akan menggelontorkan 1000 beasiswa untuk kalangan tingkat SMA ke atas, Senin (25/02/2019).

Tuntutan tersebut diajukan kepada DPRD Kabupaten Tangerang sebagai controling dalam perda tersebut. Ahmad Supriadi, Ketua Komisi II mengatakan bahwa peraturan tersebut dibuat sebelum dirinya dilantik. Namun setelah diliat dan dicermati dirinya menilai perda ini bagus.

“Jadi didalam perda No 14 Tahun 2014 ini pemerintah ini ingin memberikan suatu macam penghargaan dan juga beasiswa kepada pemuda-pemuda yang berprestasi. Bicara soal beasiswa dan pemuda ini kan berbeda, jadi pemuda ya pemuda kalau beasiswa masalahnya ke pendidikan, dan ini kan terhambat oleh perda yang lebih tinggi, saya kira disitu masalahnya,” jelasnya.

Dengan hal ini pihaknya mengungkaplan bahwa kedepan pemerintah akan membuat atau mengalokasikan anggaran untuk kebutuhan Perda No 10 Tahun 2014.

Sementara itu, Kepala Dinas Pemuda,  Olahraga, Kebudayaan dan Pariwisata Kabupaten Tangerang mengatakan sangat mengapresiasi para mahasiswa terhadap kepedulian mereka yang menuntut terkait perda ini. Namun terkait perda ini pihaknya mengungkapkan akan mengkaji terlebih dahulu atas tuntutan para mahasiswa ini.

“Ada aturan mekanisme yang berlaku, tidak bisa serta merta kita tindak lanjuti. Nanti keinginan kita harapan kita baik tapi bertentangan dengan aturan nanti bagaimana? Jadi kita lihat nanti sesuai peraturan perundang-undangan yang berlaku bagaimana ini langkah-langkah lebih lanjut,” ungkapnya.

Sedangkan menurut Ade Firdiansyah mengaku dirinya dam teman-temannya tidak cukup buat atas hasil audiensi pada hari ini. Pihaknya mengatakan bahawa bukan hanya sekedar dijawab lalu kaji dan selesai saja.

“Tadi sih jawabannya akan dikaji terlebih dahulu, namun saya dan teman-teman mahasiswa lainnya akan mengawal terus sampai perda ini berjalan. Kalau tidak ya kita kan terus mengadakan aksi sampai perda tersebut teraalisasi,” tutupnya. (Ais)