Home Bandara Enam Ton Benih Jagung Berbakteri Asal India Disita Karantina Pertanian Bandara Soetta

Enam Ton Benih Jagung Berbakteri Asal India Disita Karantina Pertanian Bandara Soetta

0
Kepala Badan Karantina Pertanian, Ali Jamil Harahap di Instalasi Karantina Hewan Bandara Soekarno-Hatta, Tangerang, Minggu, 24 Maret 2019.

Sebanyak 6 ton lebih benih jagung hibrida asal India disita oleh Balai Besar Karantina Pertanian (BBKP) Bandara Soekarno-Hatta (Soetta). Pasalnya, bibit jagung impor tersebut mengandung bakteri.

Hal itu diungkapkan langsung oleh Kepala Badan Karantina Pertanian, Ali Jamil Harahap. Dirinya menyebut, benih jagung itu akan dimusnahkan dalam waktu dekat ini.

“Setelah dilakukan analisis laboratorium, ternyata benih asal dari india itu mengandung organisme pengganggu tumbuhan karantina (OPTK) A1. Oleh karenanya tidak dapat disebarkan ke petani,” kata Ali Jamil saat dijumapi di Instalasi Karantina Hewan Bandara Soetta, Tangerang, Minggu (24/3/2019).

Ia menjelaskan, benih jagung itu terjangkit OPTK A1 yakni bakteri Pseudomonas syringae pv syringae. Dimana, bakteri tersebut dapat merusak lahan dan pertanian di Indonesia.

“Kalau itu lolos di pertanaman jagung kita dampaknya sangat besar. Jangung-jagung kita akan terkena penyakit. Lebih fatal lagi lahan-lahan pertanian kita dapat terjangkit bakteri itu,” ujarnya.

“Bahkan lebih berbahaya lagi bakteri itu akan menjangkin tanaman lain. Karena bakteri tersebut telah menyebar di lahan pertanian. Ini harus kita cegah. Insya Allah dalam waktu dekat kita musnahkan,” tambah Ali.

Menurut Jamil, pihaknya sangat serius menangani benih jagung berbakteri itu. Terlebih saat ini Indonesia telah melakukan ekspor jagung.

“Saat ini program kita adalah ketahanan pangan, untuk jagung tetutama. Kita telah mengekspor jagung. Kalau benih seperti itu masuk dan kita biarkan sangat berbahaya bagi lahan dan tamanan kita,” tandas Ali. (Rmt)