Home Bandara Airnav Indonesia Cabang JATSC Tingkatkan Keselamatan Penerbangan di Bandara Soetta

Airnav Indonesia Cabang JATSC Tingkatkan Keselamatan Penerbangan di Bandara Soetta

0
Bandara Internasional Soekarno-Hatta, Tangerang.

Lembaga Penyelenggara Pelayanan Navigasi Penerbangan Indonesia atau Airnav Indonesia cabang
Jakarta Air Traffic Services Center (JATSC) tingkatkan keselamatan (safety) dan pelayanan penerbangan di Bandara Internasional Soekarno-Hatta (Soetta), Tangerang.

Hal itu diungkapkan oleh Deputi GM Perencanaan dan Evaluasi Operasi Airnav Indonesia cabang JATSC, Suryadi. Dirinya menyebut, pihaknya akan meminimalisir insiden pada pesawat udara.

“Jadi yang jelas untuk di AirNav ini kita lebih spesifik khususnya adalah bagaimana tetap dari dulu peningkatan safety atau keselamatan pesawat menjadi suatu acuan penting bagi para karyawan. Harapan kita adalah bagaimana mitigasi terhadap insiden-insiden yang (pernah) terjadi sebelumnya berkurangnya,” kata Suryadi di Bandara Soetta, Tangerang, Minggu (21/4/2019).

Hal ini lanjut Suryadi, merupakan upaya Airnav Indonesia dalam meningkatkan pelayanan lebih baik lagi kedepannya.

“Kemudian bagaimana kita untuk meningkatkan sebuah pelayanan yang lebih bagus dari tahun sebelumnya. Ya, salah satunya adalah pengurangan (insiden) itu,” jelasnya.

“Juga kualitas pelayanan kita kepada customer kepada para pilot. Mungkin pelayanan kita dulu kurang bagus, ini kita tingkatkan pada momen ini,” tambahnya.

Menurut Suryadi, untuk meningkatkan pelayanan dan safety, pihaknya kini tengah menambah sejumlah fasilitas pendukung untuk mewujudkan hal tersebut. Salah satunya menambah simulator di JATSC Air Bandara Soetta.

“Teknologi juga bahwa saat ini kita sedang banyak membangun berbagai fasilitas misalnya di tower ini akan ada simulator,” imbuhnya.

Ia menjelaskan, simulator merupakan salah satu bagian penting bagi Air Traffic Controller untuk melakukan satu peningkatan kapasitas kompetensi sebelum terjun ke lapangan.

“Kemudian kita akan kerjasama dengan Angkasa Pura II akan ada misalnya kita namanya volume green. Cukup banyak sebenarnya. Disisi lain, kami juga ingin melihat bagaimana kondisi perkembangan dunia penerbangan, jadi tidak hanya yang ada di Indonesia saja,” terang Suryadi.

“Kita senantiasa mengacu standar internasional karena rekan-rekan kita banyak yang keluar negeri ada meeting itu kita ikut kesana untuk menemukan perkembangan terbaru agar tidak ketinggalan. Kita harus validasi, updating dokumen dan sebagainya,” sambungnya.

Menurut Suryadi, hasil audit pelayanan Airnav Indonesia pada tahun 2018 lalu memperoleh nilai diatas 80. Indonesia pun disebut layak dalam hal keselamatan penerbangan.

“Kita Alhamdulillah apalagi kemarin di tahun sebelumnya audit kita cukup bagus dari sisi keselamatan kita dapat nilai 81 persen internasional. Artinya bahwa Indonesia sebenarnya layak dalam hal ini mampu dalam memberikan pelayanan terbaik untuk penerbangan,” tandasnya. (Rmt)