Home Berita Pemecatan Kepsek SMP Arrahman Kota Tangerang Memasuki Babak Baru

Pemecatan Kepsek SMP Arrahman Kota Tangerang Memasuki Babak Baru

0

Pemecatan Kepala Sekolah (Kepsek) SMP Arrahman, Yudiati (53) oleh pihak Yayasan memasuki babak baru. Setelah ramai diberitakan, Sekolah tersebut langsung didatangi pihak terkait.

Dinas Pendidikan Kota Tangerang mendatangi Sekolah Arrahman di Jalan dr Sitanala, Neglasari, Kota Tangerang pada Selasa (22/10/2019).

Kedatangan tim dari Dinas tersebut bertujuan untuk menyelidiki terkait dugaan adanya penyelewengan dana Bantuan Operasional Sekolah (BOS) dan Bantuan Operasional Pendidikan (BOP) di sekolah tersebut.

“Tim, tadi pagi sudah bergerak ke sana (Sekolah Arrahman). Saat ini prosesnya masih belum selesai dan terus dilakukan penyelidikan lebih jauh,” ujar Kepala Bidang (Kabid) SMP Kota Tangerang Eni Nurhaeni, saat dikonfirmasi.

Dia menyebut, pihaknya hanya sebatas melakukan penyelidikan terkait dana BOS dan BOP yang dikucurkan oleh Pemerintah.
Terkait pemecatan, ia menambahkan, pihaknya akan memidiasi Kepsek dengan pihak Yayasan.

“Rencana besok pagi akan memanggil kedua belah pihak untuk dipertemukan terkait masalah tersebut. Karena kami mendengar hanya satu pihak saja saat ini, makanya kita akan mempertemukan mereka berdua. Lagipula mereka (Sekolah Arrahman) kan pihak swasta, jadi itu di luar kewenangan kami mengambil sikap terkait pemecatan,” jelasnya.

Dihubungi teepisah, pihak Yayasan Arrahman pun membenarkan adanya pemecatan tersebut.

“Iya ada (pemecatan kepala sekolah), yang diberikan kepada Ibu Yudiati,” kata pihak perwakilan Yayasan Arrahman, Deden, saat dikonfirmasi wartawan.

Kendati demikian, Deden enggan menjelaskan lebih jauh perihal pemecatan Kepsek tersebut. Dirinya menyerahkan hal itu kepada Ketua Yayasan.

“Lebih jauh perihal itu saya enggak tahu apa-apa. Itu kan udah keputusan ketua yayasan,” katanya.

Sebelumnya, Yudiati (53) Kepsek SMP Arrahman Kota Tangerang dipecat oleh Yayasan lantaran ingin terlibat mengatur keuangan dana Bantuan Operasional Sekolah (BOS) dan Bantuan Operasional Pendidikan (BOP). Dirinya menduga pemecatannya disinyalir adanya dugaan penyelewengan dana tersebut oleh pihak yayasan.

“Saya sebagai kepala sekolah berhak mengawasi dana BOS dan BOP karena itu kan harus transparansi. Dana untuk apa saja penggunaannya kan itu tugas kepala sekolah. Tapi saya ini tidak diperbolehkan mengawasi itu,” ujar Yudiati, Senin (21/10) kemarin. (Rmt)