Home Index Banjir di Tangerang, Dua Bocah Hanyut Tenggelam

Banjir di Tangerang, Dua Bocah Hanyut Tenggelam

0

Dalam dua hari, dua bocah tenggelam di Tangerang. Hingga saat ini bocah nahas tersebut yakni Muhamad Nazar (14) dan Muhammad Alvian (11) belum ditemukan.

Banjir yang melanda wilayah Tangerang dan sekitarnya berdampak buruk bagi dua bocah malang yang tengah bermain di pinggiran sungai.

Pada Senin (24/2/2020), Muhammad Alvian yang merupakan siswa kelas V SDN 2 Sudimara Selatan hanyut di bantaran kali Embel dan kali Angke tepatnya di Perumahan Duren Villa RT 07/02 Kelurahan Pendurenan Kecamatan Ciledug Kota Tangerang.

Saat itu korban bersama dengan empat orang temannya sepulang sekolah berenang di aliran sungai tersebut. Namun nahas saat arus air mengalami peningkatan korban terseret terbawa arus.

Menurut Kasubag Humas Polres Metro Tangerang Kompol Abdul Rachim saat itu melihat Alvian terbawa arus, keempat rekannya langsung meminta pertolongan warga sekitar.

“Korban tenggelam karena terbawa arus, terus masuk ke Kali Angke yang kemudian terseret,” ungkapnya.

Kata dia hingga Selasa (25/2/2020) korban masih belum dapat ditemukan. Terlebih lagi saat ini debit air cukup deras.

“Hingga kini, korban masih tenggelam. Adapun pencarian korban masih dilakukan oleh tim SAR gabungan,” tukasnya.

Sementara itu, di lokasi yang berbeda pada Selasa (25/2/2020) siang ini terdapat satu bocah lagi yang tenggelam. Namun kali ini Muhammad Nazar yang merupakan bocah asal Pondok Kacang Timur, Kota Tangerang Selatan yang menjadi korban tenggelam.

Nazar siang ini tengah melihat kondisi banjir di aliran sungai Komplek Maharta, Kota Tangerang Selatan bersama dengan dua orang temannya.

Namun nahas dirinya terpeleset dan terbawa arus di aliran sungai tersebut.

“Dua orang temannya kemudian pulang dan memberitahukan kejadian ini pada keluarga,” ungkap Ade Kurniawan Kepala Biro Humas PMI Kota Tangerang Selasa (25/2/2020).

Kata Ade, dari pengakuan orang tua korban hari ini Nazar tidak masuk sekolah seperti biasanya lantaran banjir.

“Menurut pengakuan ibunya sebelumnya korban sempat terpegang kakinya tapi karena arusnya deras akhirnya terseret,” ujarnya.

Ade menambahkan siang ini ibunda dari koeban mendatangi Posko PMI yang ada di dekat aliran sungai Angke.

“Beliau datang melaporkan kejadian ini ke kami. Dan kami sempat memberikan pendampingan kepada beliau, saat ini tim gabungan dari Basarnas, BPBD dan PMI masih melakukan pencarian,” tukasnya. (Bal)