Home Index Pencari Dua Bocah Tenggelam di Sungai Maharta Sebut Perahu Karet Sulit Melintas

Pencari Dua Bocah Tenggelam di Sungai Maharta Sebut Perahu Karet Sulit Melintas

0

Peristiwa nahas yang menimpa dua bocah malang di aliran sungai Perumahan Maharta, Kota Tangerang Selatan rupanya bermula dari keinginan mereka untuk berenang.

Muhammad Nazar, Desta, Agus dan Rian merupakan teman sepermainan yang kerap bermain bersama. Saat banjir melanda wilayah Perumahan Maharta, Pondok Kacang, Kota Tangerang Selatan keempatnya memutuskan untuk melihat situasi banjir di perumahan tersebut.

Namun, saat air mulai surut semulanya mereka duduk di jembatan yang ada di perumahan tersebut. Tidak berselang lama, salah satu dari keempat anak ini menceburkan diri ke aliran sungai tersebut dengan maksud ingin berenang bersama.

Kemudian dikarenakan arus di aliran ini cukup deras keempat anak tersebut hanyut terbawa arus sungai. Saat itu warga sekitar yang kebetulan berada di sekitar aliran sungai ini mencoba menolong keempat anak tersebut bersama beberapa warga lainnya.

“Tadi dua orang aja yang bisa di tolong karena yang dua lagi tidak kepegang sama om Leon (warga Perumahan Maharta),” ungkap Andri salah seorang warga yang juga turut melakukan pencarian terhadap dua anak tersebut saat dihubungi Tangerangonline.id Selasa (25/2/2020).

Dua anak yang hanyut tersebut, lanjut Andri, merupakan warga Kota Tangerang Selatan yang baru berumur belasan tahun. Saat diselamatkan Agus dan Rian dapat tertolong, namun nahas bagi Nazar dan Desta, mereka tak dapat terselamatkan dan terbawa derasnya aliran sungai tersebut.

“Kami tadi melakukan pencarian sampai sore hari bersama dengan BPBD, Basarnas dan juga TNI,” ucapnya.

Andri menyebut pencarian terpaksa harus dilanjutkan esok hari lantaran ruas sungai tersebut sempit dan sulit dilalui oleh perahu karet tim gabungan.

“Perahu karet ga bisa masuk tadi. Makanya besok rencananya mau dilanjut lagi dengan membersihkan sampah dan ranting yang ada disitu. Tadi saja kami sebagian mencari dengan berenang,” katanya.

Andri yang juga merupakan paman dari Agus yang terlibat dalam kejadian tersebut mengatakan ponakannya masih dalam keadaan trauma.

“Masih susah ditanya, masih trauma. Tapi yang jelas memang mereka hanya mau lihat banjir dan bermain,” tukasnya.

Sebelumnya Tangerangonline.id memberitakan korban hanyut yang terdapat di aliran sungai Perumahan Maharta hanya satu orang yakni Nazar. Namun rupanya satu orang rekan Nazar yakni Desta juga ikut hanyut dalam insiden tersebut.

Kepala Biro Humas PMI Kota Tangerang Ade Kurniawan membenarkan data update yang dikirim Tangerangonline.id.

“Ia tadi kami mendapat laporan bahwa hanya satu anak yang hanyut. Tetapi kami mengkonsumsi ulang kepada pihak terkait teman dari Nazar yaitu Desta juga hanyut dalam insiden tersebut,” ucapnya.

Namun begitu Ade memastikan pada Selasa (25/2/2020) siang ini hanya keluarga Muhammad Nazar yang melaporkan kejadian ini ke Posko PMI yang berada di sekitar Ciledug Indah.

“Tadi yang melaporkan kejadian ini ke kami hanya ibunya Nazar saja. Dan kemudian kami koordinasikan kembali ke pihak terkait terkait dan dibenarkan atas dua bocah yang hanyut belum dapat ditemukan,” pungkasnya. (Bal)