Home Berita KEMAS, Gerakan Mahasiswa UMB Ajak Masyarakat Kelola Masker Bekas

KEMAS, Gerakan Mahasiswa UMB Ajak Masyarakat Kelola Masker Bekas

0

Di masa pandemi Covid-19 ini, masker merupakan salah satu alat pelindung diri yang wajib digunakan oleh setiap orang. Terlebih ketika beraktivitas di luar rumah.

Tidak sedikit pula masyarakat memilih menggunakan masker sekali pakai (disposable) karena alasan lebih nyaman dan aman.

Akan tetapi, banyaknya masyarakat yang menggunakan masker disposable ini menimbulkan permasalahan baru. Ya, masalahnya adalah limbah masker bekas.

Bukan tidak mungkin, masker bekas dapat menjadi ancaman atau menjadi media penyebaran Covid-19 lantaran tidak dikelola dengan baik.

Melihat permasalahan baru yang ditimbulkan masker bekas ini, Mahasiswa Universitas Mercu Buana (UMB) Fakultas Ilmu Komunikasi mengajak masyarakat mengelola masker bekas dengan baik. Seruan ini diberi nama ‘Kelola Masker Bekasmu’ (KEMAS).

Shanty M selaku Ketua gerakan KEMAS menuturkan betapa pentingnya gerakan ini dilakukan untuk mengurangi penyebaran virus Covid-19.

“Masa pandemic Covid-19 sampai saat ini masih dialami oleh berbagai negara, tidak terkecuali Indonesia. Menyikapi hal ini dan mendukung pemerintah untuk mengurangi penyebaran Virus Covid-19, kami mahasiswa UMB melakukan gerakan #KEMAS,” ujarnya kepada Tangerangonline.id belum lama ini.

Shanty bilang, melalui kegiatan Kuliah Peduli Negeri yang dilakukan oleh mahasiswa tingkat akhir diujikan sebagai wujud kepedulian terhadap negeri dengan melakukan gerakan KEMAS.

“Gerakan KEMAS ditujukan kepada masyarakat yang pada saat ini terbiasa dan diwajibkan sesuai anjuran Pemerintah untuk memakai masker agar terhindar dari penyebaran virus Covid-19,” kata Shanty.

Sekretaris gerakan KEMAS Erlin Sintiaya menuturkan, seruan ini digencarkan melalui media sosial. Terlebih lagi saat ini masih diberlakukan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB).

“Kegiatan yang kami lakukan melalui media sosial Instagram dan youtube, diikuti oleh lebih dari 100 orang responden pada tanggal 25 November 2020 lalu, dan mendapatkan respon positif,” ungkap Erlin.

Menurut Erlin, edukasi yang dilakukan mengenai pengelolaan masker bekas pakai, diharapkan dapat memberi pemahaman betapa pentingnya pengelolaan masker bekas pakai untuk mengurangi dan memutus mata rantai penyebaran Virus Covid-19.

“Dengan adanya sosialisasi dan edukasi ini, kami berharap dapat memberikan pemahaman baru, diharapkan peserta KEMAS dapat mengedukasi masyarakat agar menjadi lebih disiplin dan siap menjadi pelopor gerakan #KEMAS bagi lingkungan dan masyarakat sekitarnya,” tandasnya. (bal/rmt)