Home Berita Oknum Petugas PLN Diduga Terima ‘Upeti’ Dari Warga Penikmat Listrik Gratis

Oknum Petugas PLN Diduga Terima ‘Upeti’ Dari Warga Penikmat Listrik Gratis

0

Pencurian arus listrik diduga dilakukan oleh beberapa masyarakat di Kelurahan Selapajang, Kecamatan Neglasari, Kota Tangerang.

Tidak sedikit rumah warga yang berada di pinggiran Bandara Soekarno-Hatta (Soetta) itu tersambung dengan kabel PLN tanpa dilengkapi meteran listrik.

Oknum petugas PLN pun diduga melakukan pembiaran dengan adanya praktik ilegal tersebut. Pasalnya, warga kerap memberikan sejumlah uang kepada oknum bilamana ada trouble.

Ujang, salah seorang warga yang tinggal di lahan irigasi tersebut mengaku tidak membayar tagihan listrik untuk keperluan sehari – hari.

“Sudah digratisin. Tapi kalo ada kerusakan, ini sering mati, diputus jadi kadang – kadang warga sini patungan untuk bayar (perbaikan),” kata Ujang belum lama ini.

Menurut Ujang, dia dan warga ‘penikmat listrik gratis’ lainnya tidak dipatok tarif untuk biaya perbaikan. Mereka juga tidak diminta membayar tagihan pemakaian listrik setiap bulannya.

“Bayarnya ngga perbulan, ngga selalu tiap bulan. Kalau ada kerusakan aja,” kata dia.

Apabila terjadi kerusakan kata Ujang, warga kemudian memanggil petugas PLN untuk melakukan perbaikan.

“Dibebasin kalau listrik. Bayar kalau ada kerusakan ke petugas PLN, seiklasnya. Dimintai uang kebijakan sama petugas , tidak dipatokin (tarif) berapa berapa sedikasihnya aja,” tuturnya.

Sementara itu Ketua RT 01/05, Buyung mengklaim jika aliran listrik ke rumah warga sekitar telah ditanggung pihak Angkasa Pura II sejak beberapa tahun lalu.

“Listrik dari awal 2004 udah gratis semua, sudah di gratiskan oleh AP II. Sudah tidak dipungutkan biaya untuk warga, inikan sudah masuk kawasan (AP II), semua lampu sudah dilos saja,” ujarnya.

Saat dikonfirmasi Melva Yusmawati selaku Manager Komunikasi PLN Unit Induk Distribusi (UID) Banten belum merespon terkait dugaan pencurian daya listrik tersebut.

Terpisah, Senior Manager of Branch Communication & Legal Bandara Soetta, Holik Muardi juga belum memberikan jawaban kepada wartawan . (Bal)