Beranda Bandara Dengan Upah Rp3 Juta, Wanita Asal Bogor dan Tangerang ini Selundupkan Benih...

Dengan Upah Rp3 Juta, Wanita Asal Bogor dan Tangerang ini Selundupkan Benih Lobster di Bandara Soetta

0
Tersangka RF (kiri) asal Bogor dan SSS (tengah) warga Kota Tangerang berjalan menuju tempat jumpa pers di Kantor Pelayanan Utama Bea dan Cukai Tipe C Soekarno-Hatta di Terminal Kargo Bandara Internasional Soekarno-Hatta, Tangerang, Senin, 24 Juni 2024. (tangerangonline.id)

Petugas Bea Cukai mengamankan dua orang wanita berinisial SSS (25) dan RF (26) sesaat sebelum pesawat yang mereka tumpangi lepas landas di Bandara Internasional Soekarno-Hatta (Soetta), Sabtu, 22 Juni 2024.

Wanita yang berprofesi sebagai ibu rumah tangga dan sales promotion girl (SPG) tersebut diamankan karena berupaya menyelundupkan benih bening lobster (BBL) sebanyak 78.750 ekor senilai Rp 9,4 miliar.

Berdasarkan informasi yang dihimpun, SSS merupakan warga Kota Tangerang, Banten. Sementara RF merupakan warga Kota Bogor, Jawa Barat.

“Mereka mengaku mendapatkan upah masing-masing Rp3 juta rupiah apabila berhasil menyelundupkan BBL yang dikemas di dalam 70 kantong plastik ke Singapura,” ungkap
Kepala Kantor Pelayanan Utama Bea dan Cukai Tipe C Soekarno-Hatta, Gatot Sugeng Wibowo di Bandara Soetta, Tangerang, Senin (24/6/2024).

Gatot menjelaskan, kedua tersangka diamankan di dalam pesawat Batik Air dengan nomor penerbangan ID7151 rute Jakarta – Singapura berikut 2 koper milik tersangka.

“Mereka ini kurir, pengakuan tersangka bahwa mereka dikendalikan oleh seseorang. Koper yang berisi BBL ini pun diambil di sekitar Bandara Soekarno-Hatta,” ungkap Gatot.

Kepada petugas, kedua tersangka mengaku telah 2 kali berhasil menyelundupkan BBL ke Singapura melalui Bandara Internasional Soekarno-Hatta.

“Pengakuan tersangka sudah 2 kali berhasil, ini yang ketika dan berhasil kita tegah. Kami juga melakukan penyelidikan terhadap pengendali ini,” ujar Gatot.

Pada kesempatan yang sama, Kepala Balai Karantina Banten, Turhadi Noerachman mengungkapkan, negara Singapura merupakan tempat transit pelaku penyelundupan BBL sebelum diterbangkan ke negara tujuan utama ke Vietnam.

“Penyelundupan benih bening lobster ini semuanya bermuara ke Vietnam, tujuan utamanya itu negara Vietnam. Singapura hanya sebagai tempat transit saja,” ungkap Turhadi.

Gatot menambahkan, penindakan kasus ini telah dinaikan statusnya ke tahap penyidikan dan telah ditetapkan pelaku SSS dan RF sebagai tersangka atas dugaan pelanggaran tindak pidana kepabeanan pasal 102A Undang-Undang Nomor 17 tahun 2006 tentang Perubahan Atas Undang-Undang Nomor 10 tahun 1995 tentang Kepabeanan dengan ancaman hukuman pidana maksimal 10 tahun dan denda maksimal Rp 5 Miliar. (Rmt)