Delapan Dekade TNI AU Mengabdi: Dari Modernisasi Alpalhankam Sampai Ketahanan Pangan Nasional

By
7 Min Read

Oleh: MIRZA*

Langit tampak cerah, dominan warna biru seakan-akan siap diwarnai atraksi pesawat tempur. Ketika itu matahari bersinar terang tanpa hambatan awan menerangi bumi.

Hari itu Kamis, 9 April 2026, di Markas Besar (Mabes) TNI Angkatan Udara, Cilangkap, Jakarta Timur, TNI Angkatan Udara sedang menggelar perhelatan ulang tahunnya yang ke-80.

Mamun ketika ditunggu-tunggu, tak ada deru pesawat tempur bermanuver di langit biru itu. Biasanya di acara yang sama pesawat tempur bermanuver dan membawa asap putih membentuk angka. Helikopter membawa bendera bendera merah putih atau peterjum membawa bendera Swa Bhuwana Paksa kebanggaan TNI AU.

Tak ada pula atraksi demo penanggulangan terorisme oleh Korpasgat dan aksi peledakan dengan asap membubung tinggi di arena lapangan upacara.

Semua berlangsung sederhana, mengingat negara sedang menjalankan program penghematan besar-besaran demi menjaga stabilitas ekonomi sebagai dampak dari perang Amerika Serikat-Israel dengan Iran.

Kepala Staf Angkatan Udara (Kasau) Marsekal TNI Mohamad Tonny Hardjono, memimpin jalannya upacara sebagai Inspektur Upacara. Momen ini diikuti seluruh prajurit TNI AU seluruh Indonesia secara daring.

Peserta upacara di lapangan terdiri dari POM AU, Wanita Angkatan Udara (WARA), Kompi Air Crew, Korpasgat dan PNS TNI AU. Dibelakangnya, beberapa kendaraan taktis pasukan khusus TNI AU terparkir dengan prajurit berdiri disamping kemudi.

Tema ulang tahun kali ini adalah “Pengabdian Tanpa Batas, TNI AU AMPUH, Indonesia Maju”. Tema ini mencerminkan tekad TNI AU untuk selalu hadir menjaga kedaulatan negara di atas kepentingan pribadi dan golongan, dan juga menegaskan kekuatan udara yang Adaptif, Modern, Profesional, Unggul dan Humanis (AMPUH).

Ini merupakan kunci pertahanan sekaligus pondasi kemajuan bangsa demi menjamin stabilitas pembangunan nasional yang menghantarkan Indonesia menjadi negara maju yang disegani dunia.

TNI AU dalam rangkaian ulang tahunnya mengisi dengan kegiatan bhakti sosial, membantu masyarakat, donor darah dan peluncuran buku “Pengabdian Tanpa Batas, TNI AU AMPUH, Indonesia Maju” oleh Kasau Marsekal TNI Mohamad Tonny Hardjono.

Buku ini merekam kiprah TNI Angkatan Udara selama delapan dekade sekaligus menghadirkan perspektif dalam menjawab berbagai tantangan ke depan serta membangun kekuatan udara yang berdaya gentar di kawasan.

TNI AU tengah menjalankan lima program yaitu modernisasi Alat Peralatan Pertahanan dan Keamanan (Alpalhankam), validasi organisasi, pengembangan perangkat lunak (software), peningkatan kualitas Sumber Daya Manusia (SDM) dan partisipasi aktif dalam mendukung kebijakan nasional.

Dalam modernisasi Alpalhankam tercermin dari kehadiran pesawat tempur Su-27/30, F-16 Fighting Falcon, F-5 Tiger, T50i, dan Hawk 100/200 yang berjumlah puluhan.

TNI AU juga memiliki pesawat angkut terbaru paling modern dua unit Airbus A400M, C-130 Hercules, C-130J Super Hercules EADS Casa C-295 CN-235, Helikopter Serang dan Helikopter Angkut seperti NAS 332 Super Puma.

TNI AU sedang dalam proses modernisasi dengan memesan pesawat jet tempur Dassault Rafale dari Prancis dan berencana mendatangkan F-15EX dari Amerika Serikat untuk meningkatan kesiapan operasional.

Data menurut “The World Directory of Modern Military Aircraft” (WDMAA), Angkatan Udara Indonesia termasuk dalam peringkat 25 besar terkuat di dunia.

Delapan dekade pengabdian tanpa batas menjadi perjalanan panjang TNI AU dalam membangun karya nyata dari generasi ke generasi.

Setiap prajurit menunjukkan pengabdian melalui kesiapan untuk selalu hadir, berbuat dan memberikan yang terbaik dalam setiap situasi. Komitmen tersebut tercermin dalam berbagai capaian strategis yang berhasil diraih.

“Sejumlah capaian itu, menjadi indikator profesionalisme. Di antaranya keberhasilan mempertahankan zero accident dua tahun berturut-turut,” tutur Kasau Marsekal TNI Mohamad Tonny Hardjono dalam pidatonya di hadapan para peserta upacara di lapangan berkelir biru itu.

TNI AU juga berhasil menjalankan misi kemanusiaan internasional dengan melakukan airdrop (jalur udara) sebanyak 17,8 ton bantuan ke wilayah Gaza.

Saat itu PBB menetapkan bencana kelaparan di wilayah tersebut. Tiga pesawat Hercules C-130 diterbangkan dari Halim Perdanakusuma Jakarta menuju Gaza, Agustus 2026, dengan tim tambahan Satgas Merah Putih.

Bantuan yang dibawa antara lain makanan, obat-obatan, selimut dan kebutuhan lainnya yang diterjunkan dengan payung udara di atas langit Gaza. Misi kemanusiaan ini dijalankan sekitar satu bulan lebih dan berhasil.

TNI Angkatan Udara juga menjalankan misi kemanusiaannya dengan menyalurkan bantuan sebanyak ratusan ton ke wilayah yang terdampak bencana di Pulau Sumatera.

Saat itu terjadi banjir bandang dan tanah longsor besar melanda Aceh, Sumatra Utara dan Sumatera Barat pada akhir November dan Desember 2025. Ratusan ribu warga mengungsi dan 1.100 warga meninggal dunia.

Tak hanya itu, TNI AU juga mendukung pemerintah dalam program Makan Bergizi Gratis (MBG). Badan Gizi Nasional menjalin kemitraan dengan TNI AU. Hal itu ditandai dengan pertemuan Kepala Badan Gizi Nasional Irjen Pol Sony Sanjaya dengan Wakil Kepala Staf TNI Angkatan Udara (Wakasau) Marsdya TNI Tedi Rizalihadi di Mabes TNI AU, 22 Oktober 2025.

Dalam pertemuan itu, keduanya membahas penguatan sinergi TNI AU-BGN dalam mendukung program MBG. TNI AU menargetkan 100 Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) beroperasi pada akhir tahun 2025 yang tersebar di seluruh Pangkalan Udara (Lanud) TNI AU.

Dalam mendukung program ketahanan pangan pemerintah, TNI AU diberbagai wilayah Indonesia aktif menanam sayur-mayur, ubi rambat, pisang, jagung, padi dan usaha peternakan.

Hal itu dilakukan untuk meningkatkan kesadaran akan pentingnya ketahanan pangan dan mengajak masyarakat memanfaatkan lahan yang ada secara maksimal.

TNI AU juga memiliki Kompi Produksi termasuk Peleton Pertanian yang merupakan satuan pelaksana di Pangkalan Udara (Lanud) yang fokus pada ketahanan pangan melalui pemanfaatan lahan produktif.

Kompi ini terdiri dari peleton pertanian, peternakan, perikanan, konstruksi dan kesehatan. Kompi produksi antara lain terdapat di Lanud Raden Suryadarma Subang Jawa Barat, Lanud Abdul Rachman Saleh Malang Jawa Timur, Lanud Muljono Surabaya Jawa Timur, dan Lanud Sugiri Sukani Majalengka Jawa Barat.

Selamat berulang tahun ke-80. TNI AU. Sayap tanah air pelindung kedaulatan udara Indonesia., Swa Bhuwana Paksa (***)

_*) Penulis adalah Wartawan Senior di TNI_

Share This Article