Yayasan Geliat Masa Tuaku yang didirikan oleh Muksin Al Fachry terus mengembangkan program pembinaan kewirausahaan masyarakat melalui jaringan komunitas usaha bersama berbasis peternakan dan pengolahan hewan ternak.
Muksin Al Fachry, mengatakan konsep usaha yang dijalankan dibangun dari hulu hingga hilir agar manfaat ekonominya dapat dirasakan bersama oleh masyarakat.
“Kita membangun kolaborasi mulai dari peternakan, pemotongan hewan, pengolahan masakan matang untuk kebutuhan akikah, hingga pemasaran dan distribusi,” ujarnya.
Kolaborasi antara masyarakat pedesaan dan perkotaan dalam sektor peternakan kambing, domba, dan sapi. Masyarakat di pedesaan difokuskan pada penggemukan dan breeding atau pengembangbiakan hewan ternak, sementara masyarakat perkotaan diberdayakan dalam sektor pemasaran, pengolahan, hingga distribusi produk siap konsumsi.
Selain fokus pada layanan akikah, komunitas usaha bersama tersebut juga aktif dalam penjualan hewan kurban saat momentum Idul Adha. Jaringan komunitas informal yang dibangun yayasan saat ini telah berkembang di sejumlah wilayah di Pulau Jawa dan Sumatera.
Ketua Program, Yadi Suherlan, menjelaskan strategi pemasaran yang digunakan saat ini lebih banyak memanfaatkan platform digital dan media sosial.
“Metode pemasaran kita online sekitar 70 persen lewat media sosial dan sisanya lewat reseller offline,” kata Yadi.
Menurutnya, sistem pemasaran digital tersebut mampu memperluas jangkauan pasar, khususnya untuk wilayah Jabodetabek.
“Rata-rata penjualan kita untuk Jabodetabek untuk aqiqah saja mencapai 500 ekor kambing atau domba tiap bulannya. Sementara untuk musim kurban mencapai 200 ekor sapi dan 800 sampai 1.000 ekor kambing atau domba,” ungkapnya.
Dalam pelaksanaannya, setiap anggota komunitas memiliki pembagian tugas dan hasil yang jelas. Mulai dari pihak yang memelihara ternak, proses pemotongan, pengolahan masakan, pemasaran, distribusi, hingga pengelolaan penjualan.
Program tersebut juga mengusung nilai sosial dan spiritual dalam membangun kemandirian ekonomi masyarakat. Yayasan Geliat Masa Tuaku menerapkan tiga konsep utama dalam pengembangan komunitas usaha bersama, yakni mempererat silaturahmi untuk membuka rezeki, meyakini sebagian rezeki merupakan hak orang lain, serta menanamkan keyakinan bahwa rezeki setiap orang tidak akan tertukar.
Melalui konsep kewirausahaan berbasis komunitas ini, Yayasan Geliat Masa Tuaku berharap dapat menciptakan peluang usaha baru, memperkuat ekonomi masyarakat, sekaligus membangun solidaritas sosial di tengah masyarakat.

