Pegadaian Area Tangerang Dorong Pengemudi Ojek Pangkalan Lebih Cakap Kelola Keuangan

By
4 Min Read

 

Penghasilan harian yang tidak selalu tetap membuat pekerja sektor informal perlu memiliki kemampuan mengelola keuangan secara cermat. Hal tersebut menjadi perhatian PT Pegadaian Area Tangerang yang menggelar edukasi literasi keuangan bagi komunitas ojek pangkalan di Kota Tangerang dan sekitarnya.

Kegiatan bertajuk Edukasi Literasi Keuangan Bersama Komunitas Ojek Pangkalan itu berlangsung di Aula PT Pegadaian Area Tangerang, Senin (10/8/2026). Puluhan pengemudi ojek pangkalan mengikuti kegiatan yang dirancang untuk meningkatkan pemahaman mengenai pengelolaan pendapatan, perencanaan keuangan keluarga hingga perlindungan dari berbagai risiko finansial.

Materi yang diberikan tidak hanya membahas cara mengatur pemasukan dan pengeluaran. Para peserta juga mendapatkan pemahaman mengenai pentingnya membangun dana darurat, mengenali investasi ilegal atau investasi bodong, serta mengetahui pilihan produk keuangan syariah maupun konvensional yang dapat disesuaikan dengan kemampuan masing-masing.

Pemimpin Wilayah PT Pegadaian Kanwil IX Jakarta 2, Maryono, mengatakan pekerja informal, termasuk pengemudi ojek pangkalan, memiliki kontribusi penting terhadap aktivitas ekonomi masyarakat. Namun, karakteristik pendapatan yang cenderung dinamis membuat kelompok tersebut membutuhkan strategi pengelolaan keuangan yang tepat.

“Pegadaian berkomitmen penuh untuk hadir mendampingi seluruh lapisan masyarakat, khususnya para pekerja keras di sektor informal seperti rekan-rekan ojek pangkalan. Melalui program literasi keuangan ini, kami ingin mendorong terciptanya masyarakat yang tidak hanya mandiri secara finansial, tetapi juga memiliki ketahanan ekonomi keluarga yang tangguh melalui instrumen pengelolaan dana yang aman, legal, dan terpercaya,” ujar Maryono.

Menurut Maryono, peningkatan literasi keuangan penting dilakukan agar masyarakat tidak hanya mampu mengelola pendapatan untuk kebutuhan sehari-hari, tetapi juga dapat mempersiapkan kebutuhan jangka panjang sekaligus mengantisipasi kondisi tidak terduga.

Sementara itu, Deputi Bisnis PT Pegadaian Area Tangerang, Agus Setiawan, menjelaskan bahwa edukasi tersebut merupakan bagian dari upaya mendekatkan layanan keuangan kepada masyarakat, khususnya kelompok pekerja sektor informal.

Agus mengatakan, masyarakat diperkenalkan dengan sejumlah solusi yang tersedia di Pegadaian, mulai dari Tabungan Emas, pembiayaan modal kerja hingga layanan transaksi digital.

“Melalui kegiatan di Aula Area Tangerang ini, kami berupaya mendekatkan berbagai solusi finansial Pegadaian seperti Tabungan Emas, pembiayaan modal kerja, hingga kemudahan transaksi digital. Kami berharap pengetahuan yang dibagikan hari ini dapat diterapkan secara langsung oleh para pengemudi ojek pangkalan dalam mengelola pendapatan harian mereka agar lebih terencana dan berkelanjutan,” kata Agus.

Tidak berhenti pada penyampaian materi, peserta juga mendapatkan panduan penggunaan aplikasi TRING untuk mendukung berbagai kebutuhan transaksi melalui telepon seluler. Layanan tersebut diperkenalkan sebagai salah satu sarana untuk memudahkan masyarakat dalam mengakses layanan Pegadaian secara digital.

Dalam sesi praktik, peserta dikenalkan dengan sejumlah fitur, termasuk menabung emas mulai dari nominal yang terjangkau, pembayaran berbagai tagihan hingga pengajuan pembiayaan sesuai kebutuhan.

Kegiatan kemudian dilanjutkan dengan diskusi interaktif. Para pengemudi ojek pangkalan diberikan kesempatan untuk menyampaikan pertanyaan maupun pengalaman terkait pengelolaan pendapatan dan kebutuhan finansial yang mereka hadapi dalam kehidupan sehari-hari.

Acara juga diawali dengan penyerahan apresiasi secara simbolis kepada perwakilan komunitas ojek pangkalan sebagai bentuk penghargaan atas partisipasi mereka dalam program edukasi tersebut.

Melalui kegiatan ini, Pegadaian Area Tangerang berharap literasi keuangan dapat semakin menjangkau kelompok masyarakat yang selama ini menjadi bagian penting dari sektor informal. Pengetahuan yang diperoleh diharapkan tidak hanya bermanfaat bagi peserta, tetapi juga dapat diterapkan dalam pengelolaan keuangan keluarga.

Upaya tersebut menjadi bagian dari komitmen Pegadaian untuk memperluas inklusi keuangan dengan mendorong masyarakat agar lebih bijak dalam mengelola pendapatan, mengenali risiko finansial, serta memanfaatkan produk dan layanan keuangan yang legal dan sesuai kebutuhan.

Dengan pendekatan edukasi dan pendampingan, Pegadaian berupaya menjadikan literasi keuangan bukan sekadar pengetahuan, melainkan bekal bagi masyarakat untuk membangun ketahanan ekonomi yang lebih kuat dan berkelanjutan.

Share This Article