Home Berita Masjid Pintu Seribu, Jejak Saudagar Arab Dermawan di Tangerang

Masjid Pintu Seribu, Jejak Saudagar Arab Dermawan di Tangerang

0
SHARE

Masjid Nurul Yakin atau lebih dikenal dengan sebutan masjid Sewu (seribu) memiliki ciri khas tersendiri dibandingkan dengan masjid lain yang ada di Banten.

Selain memiliki pintu yang banyaknya kurang-lebih seribu pintu, tasbih yang berukuran raksasa pun terpajang di salah satu sudut ruangannya dan di setiap butir tasbih tersebut bertuliskan lafaz As-maul Husna.

Terletak di RT 01/03, Kampung Bayur, Priuk, Kota Tangerang, masjid ini menjadi salah satu daya tarik bagi para wisatawan religi.

Sefri (asep) salah satu warga kampung Bayur menjelaskan, keunikan masjid ini adalah ruangannya yang disekat-sekat hingga membentuk ruangan seperti mushola.

“Setiap ruangan (mushola) diberi nama. Ada mushola Fathulqorib, Tanbihul-Alqofilin, Durojatun Annasikin, Safinatu-Jannah, Fatimah hingga mushola Ratu Ayu. Masing-masing luas area mushola sekitar 4 meter,” tuturnya.

Selain dikenal dengan keunikannya, lanjut Sefri, masjid pintu seribu ini diyakini sebagai salah satu tempat penyebaran Islam oleh pendirinya pada masa itu. Masjid didirikan oleh seorang saudagar Arab yang dermawan yaitu Alfakir Syekh Mahdi Hasan Alqudrotillah Almuqoddam.

Konon, kedermawanan sang saudagar itu dilakukannya dengan cara pembagian sembako untuk fakir miskin dan anak yatim piatu.

“Sejarah di dalam masjid ini karena mempunyai pintu yang jumlahnya mungkin tidak bisa kita hitung berapa banyak pintu masjid tersebut, maka warga setempat pun menyebutnya Masjid Pintu Seribu,” ujarnya.

Sefri menuturkan, cara penyebaran Islam yang dulu dilakukan oleh Alfakir Syekh Mahdi Hasan Alqudrotillah masih berlangsung sampai sekarang.

“Dilakukan oleh beberapa generasinya dengan cara pembagian sembako rutin setiap Jum’at,” ungkapnya.

Sefri menambahkan, di beberapa pintu masjid tampak ornamen dengan angka 999. Angka 999 itu merupakan penggabungan jumlah asma Allah yang berjumlah 99 dan 9 wali songo.

Di antara pintu-pintu masjid terdapat banyak lorong sempit dan gelap yang menyerupai labirin. Di ujung lorong ada beberapa ruang bersekat-sekat hingga membentuk ruangan seperti mushola dan setiap ruangan (mushola) yang luasnya adalah sekitar 4 meter diberikan nama.

“Setiap lorong di masjid ini sudah dilengkapi dengan penunjuk jalan. Dan, salah satu ruang dari sekian banyak lorong itu menuju ruang bawah tanah yang disebut ruang tasbih. Ruang ini biasa digunakan oleh Al Faqir dan jamaah lainnya untuk ber-istiqomah,” tandasnya.

Selain memiliki seribu pintu, di dalam ruang bawah tanah masjid ini ada tasbih raksasa yang terbuat dari kayu terpajang di salah satu sudut ruang berteralis besi. Ukuran masing-masing butir tasbihnya berdiameter 10 cm atau sekitar kepalan orang dewasa dan di 99 butir tasbih tersebut tertulis asma’ul Husna.

“Selain pintu seribu ada juga tasbih raksasa,” tuturnya. (Yan)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here