Home Berita Program Sanitasi dan Air Bersih, Koperasi Syariah BMI Berikan KTA

Program Sanitasi dan Air Bersih, Koperasi Syariah BMI Berikan KTA

0

Banyaknya masyarakat Kabupaten Tangerang yang masih belum memiliki sanitasi dan air bersih akibat masih minimnya faktor ekonomi, membuat Koperasi Syariah Benteng Mikro Indonesia (BMI) memberikan kredit tanpa anggunan (KTA) kepada masyarakat agar dapat mengatasi persoalan tersebut.

Kamaruddin Batubara, Presiden Direktur Koperasi Syariah BMI mengatakan, pihaknya sangat prihatin dengan kondisi yang dialami masyarakat terutama persoalan minimnya sanitasi dan air bersih. Maka itu, pihaknya memiliki program kepada masyarakat yang juga merupakan anggota koperasi dapat memberikan pinjaman uang tanpa anggunan (jaminan) untuk mengatasi persoalan tersebut.

“Tingginya angka masyarakat yang belum memiliki sanitasi yang baik dirumahnya di wilayah kabupaten tangerang tentunya menarik perhatian kami. Sehingga sudah satu tahun berjalan kami terus mengajak masyarakat melalui untuk bergabung dengan koperasi BMI untuk meminjam uang untuk membangun fasilitas sanitasi di rumahnya,” ungkapnya, Minggu (4/9/2016).

Lanjut Kamaruddin, untuk pinjaman ini pihaknya memberikan pinjaman sebesar Rp 1 juta hingga Rp 50 juta tanpa jaminan dan bunga kepada para anggota. “Namun karena terbatasanya anggaran yang kami miliki paling banyak kami mampu memberikan pinjaman kepada 12 anggota pertahun, padahal sangat banyak masyarakat yang mengajukan permintaan terkait pembangunan sanitasi ini,” katanya.

Kamaruddin berharap, semamin banyak koperasi dan masyarakat yang peduli terhadap masalah sanitasi dengan ikut bergabung dapat membantu pihaknya memberikan kredit kepada masyarakat yang membutuhkan.

“Kami menyadari terbatasnya kemampuan kami dalam memberikan kredit, ke depan saya harap kami dapat bekerja sama dengan lebih banyak pihak, agar manfaat dari koperasi dapat dirasakan masyarakat,” ungkapnya.

Sementara, Mulis (65), Warga Desa Kampung Panunggangan RT 01/03, Kecamatan Panongan, Kabupaten Tangerang mengatakan, dirinya merasa terbantu dengan adanya kredit pembangunan sanitasi yang diberikan oleh koperasi.

“Awalnya saya kesulitan membangun sanitasi untuk keluarga, karena penghasilan dari jualan daun pisang di pasar hanya cukup dengan makan sehari-hari,” katanya.

Pria yang mempunyai 11 anak ini melanjutkan, sebelumnya dirinya untuk keperluan sanitasi menggunakan kebun yang berada di belakang rumahnya selama bertahun-tahun. “Mungkin dengan syariatnya meminjam uang ke koperasi, akhirnya saya dapat membangun kamar mandi sendiri untuk keluarga,” pungkasnya. (Yan)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here