Home Berita Harga Kebutuhan Pokok di Tangsel Relatif Stabil

Harga Kebutuhan Pokok di Tangsel Relatif Stabil

0

Satu minggu menjelang hari raya Idul Adha pada 12 September mendatang, sejumlah harga bahan kebutuhan pokok di sejumlah pasar tradisional di Kota Tangerang Selatan (Tangsel) masih relatif stabil.

Harga komuditi seperti minyak curah Rp 13 ribu sebelumnya 12 ribu per kilogram (kg), telor turun dari Rp 24 ribu menjadi Rp 22 ribu per kg, gula pasir stabil yakni Rp 16 ribu per kg.

Sedangkan untuk cabe merah mengalami kenaikan sebesar Rp 5 ribu per kg dari sebelumnya Rp 40 ribu menjadi Rp 45 ribu, bawang merah dari Rp 40 ribu menjadi Rp 45 ribu, cabe rawit merah dari Rp 60 ribu turun menjadi Rp 50 ribu.

Untuk harga ayam naik sebesar Rp 3 ribu dari sebelumnya Rp 18 ribu dan menjadi Rp 21 ribu, dan harga beras untuk KW 1 yakni Rp 9800 per kg, KW 2 sebesar Rp 9500, KW 3 Rp 8 ribu. Daging yakni Rp 120 ribu per kg.

“Masih relatif stabil harga bahan kebutuhan pokok di pasar tradisional di Kota Tangsel,” kata Musari Kasie Distribusi, Ketersediaan dan Kerawan Pangan pada Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan (DPKP) Kota Tangsel.

Musari mengatakan, DPKP terus melakukan pengecekan harga bahan pokok menjelang Idul Adha untuk mengetahui stok dan apakah terjadi kenaikan, setelah dilakukan pengecekan di pasar tradisional seperti Ciputat dan pasar modern lainnya untuk stok bahan pokok aman dan untuk harga relatif stabil. Namun, ada beberapa kenaikan seperti halnya cabe merah, bawang merah dan ayam di pasar tradisional.

“Sebenarnya tidak ada kenaikan, karena cuaca dan kondisi yang ada sangat mendukung, kenaikan ini disebabkan oleh oknum suplayer sehingga mengalami kenaikan harga dibeberapa sembako,” ungkapnya.

Sementara salah seorang pedagang di Pasar Ciputat, Waryono mengatakan, kenaikan harga cabe merah dan bawang terjadi sejak dua minggu yang lalu.

“Sudah dua minggu ini naik, untuk cabe merah, bawang merah, namun untuk tomat dan cabe kriting merah mengalami penurunan,” katanya.

Begitu pula disampaikan oleh Wiji pedagang ayam, dia mengatakan harga ayam mengalami kenaikan sejak 1 minggu yang lalu,

“Sudah 1 minggu naik, namun gak tahu naiknya karena apa, padahal permintaan sama, tidak mengalami peningkatan,” ungkap Wiji yang biasa menjual ayam per harinya mencapai 500 kg.

Sedangkan Faisal, pedagang telor, minyak curah, hingga saat ini belum mengalami peningkatkan harga. “Belum naik, masih sama seperti hari raya Idul Fitri,” singkatnya. (Ded)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here