Home Berita Koramil Rajeg Ubah Lahan Kosong jadi Produktif

Koramil Rajeg Ubah Lahan Kosong jadi Produktif

0
SHARE

Pembedahan lahan kosong yang dilaksanakan oleh Komando Militer (Koramil) TNI Rajeg di Kampung Kebon Kelapa, Desa Lembang Asri, Kecamatan Rajeg, Kabupaten Tangerang melibatkan masyarakat agar langsung dapat mendaya gunakan lahan kosong menjadi lahan produktif.

Kegiatan yang bertujuan agar mempertahankan ketahanan pangan, nantinya secara teknis masyarakat yang tergabung dalam kelompok tani bakal diajarkan secara kontinue untuk dapat mengelola lahan kosong, baik milik perseorangan atau lainnya agar dapat dimanfaatkan.

“Melalui upaya khusus perbaikan ketahanan pangan kita tingkatkan produksi jagung rangka program swasembada pangan nasional,” ungkap Letnan Kolonel (Letkol) Infantri  Achiruddin, Kamis (22/9/2016).

Dalam kegiatan itu, Koramil Rajeg juga menyerahkan beberapa alat berat seperti 5 unit handtraktor, 10 unit mesin tanam, 10 untik mesin sedot air dan 1 unit deco.

“Sebelum kami serahkan, kami juga memberi pelatihan terlebih dahulu kepada kelompok tani agar saat menggunakan tidak ada kendala lagi,” lanjutnya.

Letkol Inf. Achruddin mengatakan,  tanah yang dikelola sekitar 10 hektar ini milik masyarakat, dan Koramil Rajeg sebagai koordinator untuk program pembedahan lahan kosong ini, “jadi sebelum para pengembang atau kontraktor masuk untuk merubah lahan kosong ini menjadi perumahan, kami beserta kelompok tani ingin menghijaukan terlebih dahulu untuk ditanamkan jagung dan padi,” tegasnya.

Nantinya, hasil panen kelak akan diserahkan kembali kepada Dinas Pertanian untuk dikelola UPT dan UKM agar meningkatkan nilai jual dari hasil panen tersebut.

Sementara itu, Camat Rajeg Sandi Mirasa yang juga hadir dalam kegiatan tersebut menambahkan, program ini pastinya diterima dengan positif, karena untuk menanggulangi ketahanan pangan juga membuat masyarakat kembali produktif lagi melestarikan kembali budaya tani.

“Karena masyarakat terutamanya para pemuda disini sudah sangat minim minat bercocok tanam, mereka lebih memilih bekerja di pabrik dari pada melestarikan lahan kosong untuk bercocok tanam,” pungkasnya. (Yan)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here