Home Berita Jalan Sangego Cisadane Berawal dari Gundukan Kuburan Cekgo

Jalan Sangego Cisadane Berawal dari Gundukan Kuburan Cekgo

0
SHARE

Sangego yang menjadi nama jalan dan bendungan di sungai Cisadane, Kota Tangerang, mempunyai cerita unik. Pasalnya, nama Sangego dulunya ialah Cekgo yang diambil dari nama kuburan orang.

Sebelum adanya bendungan dan adanya aliran air sungai Cisadane tersebut, terdapat kuburan atau gundukan tanah yang diatasnya bertanamkan pohon kelor besar. “Bendungan Sangego atau bendungan Pintu Air 10 ini, berdiri di atas tanah kuburan. Lalu, ada gundukan tanah kaya kuburan di depan bandungan itu. Nama gundukan itu Cekgo. Namun masyarakat setempat tak bisa menyebutkan Cekgo, jadi disebut Sangego,” jelas H Gimin, tokoh masyarakat setempat yang berada di sekitaran bendungan Sangego saat ditemui¬†tangerangonline.id.

Dalam pemaparannya, setelah terbangunnya bendungan tersebut, kolonial Belanda yang membuat bendungan Sangego menginginkan gundukan tanah atau kuburan tersebut diratakan dan ditebangnya pohon kelor tersebut. Namun, pekerja yang disuruh untuk menebang pohon kelor itu, tak dapat menebang. Melainkan, membuat pekerja yang menebang pohon tersebut sakit, sampai-sampai ada yang meninggal.

“Jangankan manusia yang menebang, burung aja kalau lewat atas pohon itu bisa mati,” terang H Gimin.

Setelah tak bisa untuk menghancurkan gundukan tanah atau kuburan tersebut dan pohon kelornya, kolonial Belanda membiarkannya sampai aliran sungai dialihkannya ke arah bendungan Sangego.

“Iya, kalau sekarang sudah tak terlihat gundukan tanah atau kuburan tersebut, karena tergerus aliran air sungai Cisadane. Pohon kelornya juga tumbang sendiri setelah air yang menerjangnya,” tutup H Gimin. (Yip)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here