Home Berita Tangsel Terapkan e-Warung

Tangsel Terapkan e-Warung

0

Menteri Sosial Republik Indonesia (RI), Khafifah Indar Parawansa beserta rombongannya telah melakukan kunjungan kerja ke kantor Kelurahan Pondok Jaya, Kecamatan Pondok Aren, Kota Tangerang Selatan (Tangsel), Rabu (23/11/2016). 

Dalam kunjungannya, ia juga melakukan peluncuran layanan e- Warung KUBE – PKH koperasi masyarakat Indonesia sejahtera (KMIS) untuk penyaluran bantuan sosial dan subsidi yang dilaksanakan di Gedung Serba Guna Pondok Jaya.

Melalui instruksi dari Presiden RI, Joko Widodo, Tangsel merupakan kota ke-34 dari mulainya peluncuran E-Warong dan akan ada 7 e-warung di Tangsel. E- warung atau elektronik warung gotong royong ini adalah standarisasi program sosial non tunai yang diadakan oleh Kementrian Sosial RI dan dapat  mensejahterahkan masyarakat Indonesia sehingga menghindarkan bangsa dari kemiskinan.

“Alhamdulillah kita akan memulai standarisasi program sosial non tunai. Jadi masyarakat penerima bansos akan dibagikan kartu keluarga sejahterah dan yang memiliki kartu tersebut nanti menerima raskin di E-Warung yang merupakan saudaranya dari E-KTP,” ujar Khafifah pada saat sambutannya.

Ia juga menambahkan, kartu ini akan diisi oleh pemerintah sebanyak Rp 110.000 dan melalui kartu tersebut, masyarakat dapat membeli bahan pangan di E-Warong dengan harga lebih murah dibandingan warung biasanya.

“Kartu ini akan diisi oleh pemerintah setiap bulan 110.000 lalu ditukarkan ke E-Warung dan bisa memilih tipe berasnya. Kemudian liat harganya dan harganya tidak boleh sama dengan warung biasanya,” lanjutnya.

E-Warung ini terdapat aplikasinya yang bisa didownload oleh Walikota Tangsel, Airin Rachmy Diany sehingga dapat memantau dan mengeceknya bagian yang sudah atau belum mendistribusikannya.

Menurut data yang didapati dari Kepala Dinas Sosial Ketenagakerjaan dan Transmigasi, Purnama Wijaya mengatakan terdapat 3000 PKH (Program Keluarga Harapan) dari jumlah rumah tangga miskin, yaitu 600.677 penduduk dan terdapat 7 e-warong yang ada di Tangsel. 1 sudah diresmikan dan sisanya akan diselesaikan secara bertahap.

“Kami sudah mengusulkan 14 dan baru disetujui ada 7, mungkin ini akan bertahap,” ujar Purnama.

Ia juga menjelaskan bahwa E-Warung ini merupakan pengguliran atau perubahan program dari raskin ke e-vocher agar masyarakat miskin bisa membeli beras yang bagus. Selain itu juga dapat menuntaskan dari kemiskinan.

Banyak manfaat yang bisa dirasakan oleh masyarakat Tangsel dengan adanya e-warung ini. Salah satunya masyarakat Tangsel bisa belajar menabung karena kartu yang disiapkan dari bank BNI ini bisa dijadikan ATM dan juga mendapatka buku rekeningnya. Kemudian, bagi warga PKH yang merasa kekurangan bahan pangan bisa pinjam di e-warong karena ini merupakan koperasi-koperasi yang bisa melakukan pemimanjaman dan masing-masing E-Warung mencatat penerimanya.

Dalam pertemuan itu, Menteri Sosial RI disambut penuh oleh Walikota Tangsel, Airin Rachmy Diany dan dihadiri oleh Dirjen penanggulangan fakir miskin, Andi Zaenal Dudung, Directur Perkembangan Bulog, Imam Subowo Ketua Komisi 8 DPR RI, Aldi Taher, Camat Pondok Aren, Makum Sagita, dan CEO BNI Jakarta, Hasan Ghozali. (tan)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here