Home Berita GMF dan Garuda Resmikan Pemugaran Pesawat Pertama RI

GMF dan Garuda Resmikan Pemugaran Pesawat Pertama RI

0

PT Garuda Maintenance Facility (GMF) Aero Asia Tbk bersama dengan induk usahanya PT Garuda Indonesia (Persero) Tbk, meresmikan selesainya pemugaran replika pesawat pertama Republik Indonesia, RI 001 (1/5).

Peresmian pemugaran pesawat ‘Seulawah’ ini merupakan bagian dari rangkaian hari GMF Aero Asia yang ke-16. Pemugaran ini juga merupakan simbol kontribusi GMF & Garuda dalam melestarikan sejarah penerbangan tanah air.

Bertempat di Lapangan Blang Padang, Banda Aceh, peresmian yang ditandai dengan penandatanganan prasasti di depan pesawat Seulawah ini dilakukan oleh Walikota Banda Aceh H. Aminullah Usman, Direktur Utama Garuda Indonesia Pahala N. Mansury, dan Direktur Utama GMF Iwan Joeniarto.

Direktur Utama GMF Iwan Joeniarto mengatakan , pihaknya merasa memiliki tanggung jawab untuk melestarikan sejarah penerbangan Indonesia, sebagai bentuk Corporate Sosial Responsibility (CSR) perusahaan.

“Sebagai salah satu pelaku industri aviasi dalam negeri, GMF merasa perlu untuk melestarikan sejarah aviasi tanah air. Pesawat Seulawah ini merupakan kontribusi rakyat Aceh untuk Indonesia. Pekerjaan ini, merupakan kontribusi GMF dan Garuda Indonesia terhadap penerbangan Indonesia,” kata Iwan dalam keterangan resminya yang diterima tangerangonline.id, Selasa (1/5/2018).

Kondisi Replika pesawat Seulawah, kini telah kembali mulus setelah sebelumnya replika pesawat ini ada pada kondisi yang kurang baik. Terdapat banyak korosi pada badan pesawat karena faktor usia dan cuaca, sedangkan kaca pesawat banyak yang pecah.

Replika pesawat Seulawah Dakota DC 03 yang memiliki panjang badan 19,66 meter dan rentang sayap 28,96 meter ini dibuat menyerupai pesawat aslinya lengkap dengan instrumen kokpit dan kabin penumpang.

Iwan mengatakan pemugaran yang dilakukan GMF sejak 2 April 2018 ini meliputi penggantian pintu dan jendela, perbaikan korosi pada badan dan sayap pesawat, ekor pesawat dan pengecatan pesawat seperti warna aslinya.

“Pemugaran replika pesawat Seulawah ini memakan waktu 16 hari dan GMF memberikan kualitas pengerjaan terbaik oleh ahli yang kami datangkan dari Bandara Soekarno-Hatta, Tangerang,” tuturnya.

“Tentunya kami berterima kasih terhadap semua pihak terutama pemerintah Daerah Banda Aceh yang telah mendukung kegiatan pemugaran ini dari awal hingga akhir sehingga semua berjalan lancar,” tambah Iwan.

Iwan juga mengaku sangat mengapresiasi keterlibatan para siswa SMK Penerbangan Banda Aceh selama proses pemugaran.

“Kami memberi kesempatan kepada para siswa terbaik untuk secara langsung melakukan praktik kerja perbaikan pesawat bersama para teknisi ahli kami. Kedepan, kami tidak menutup kemungkinan untuk melakukan kerjasama dengan institusi pendidikan seperti SMK Penerbangan Banda Aceh kni dalam hal pemenuhan SDM di GMF,” tutup Iwan. (Rmt)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here