Home Berita BPOM Banten Sosialisasi Bahaya Obat Tradisional Mengandung Bahan Kimia

BPOM Banten Sosialisasi Bahaya Obat Tradisional Mengandung Bahan Kimia

0

Upaya mengedukasi masyarakat tentang obat dan makanan, Kepala Balai Besar POM (BPOM) Banten, Sukriadi Darma mensosialisasikan bahaya obat tradisional mengandung bahan kimia di Kp. Warung Doyong Desa Jayanti Kec. Jayanti Kabupaten Tangerang, Sabtu (16/02/2019) siang.

Ia mengajak peserta yang hadir untuk berhati-hati pada produk obat, kosmetik dan makanan yang tak ada izin edar yang kemungkinan mengandung zat berbahaya bagi kesehatan masyarakat.

“Sesuai temanya tadi obat tradisional, jadi bagaimana cara memilih obat tradisional yang baik dan aman. Jadi kita ingin mengajak masyarakat untuk menjadi masyarakat yang cerdas melindungi diri sendiri dengan cara memilih obat dan makanan yang bermanfaat, bermutu, dan aman,” jelasnya.

Disamping itu ia juga ingin mengajak peran serta masyarakat jika ditemukan indikasi bahan makanan atau obat yang tidak terjamin mutunya, khususnya obat tradisional untuk melapor ke BPOM.

“Jadi kita kan lihat yah maraknya obat tradisional yang mengandung bahan kimia obat karena itu adalah sesuatu yang dilarang dan melanggar ya. Jadi dalam Pasal 197 Undang-Undang No 36 Tahun 2009 tentang kesehatan ancaman hukumannya 15 tahun penjara dan denda Rp 1,5 miliar,” ujarnya.

Sementara itu, Anggota Komisi IX DPR RI Marinus Gea yang membidangi Kesehatan menilai pentingnya sosialisasi KIE ini untuk masyarakat dan sangat mengapresiasi antusiasme warga yang hadir dalam kegiatan sosialisasi ini.

“Sengaja kami sosialisasi sampai ke pelosok-pelosok begini karena saya tau sekali masyarakay Jayanti ini ingin tau tentang mana obat-obatan yang layak untuk dikonsumsi dan mana yang tidak layak,” ucapnya.

Namun, lanjut Marinus upaya edukasi kepada masyarakat ini tidak hanya dengan cara sosialisasi saja melainkan dengan cara mendekatkan BPOM kepada masyarakat melalui pembuatan unit-unit kecil di daerah-daerah.

Ia pun berharap BPOM tidak hanya ada di UPT-UPT tapi juga sampai ke pasar-pasar untuk memeriksa bahan makanan atau obat disana.

“Karena kita tahu kan pasar itu tempat berkumpulnya semua jenis bahan makanan yang tidak menutup kemungkinan menggunakan bahan-bahan terlarang. Seperti formalin, rodamin B, dan zat pewarna tekstil,” tutupnya. (ais)