Home Berita Layanan di Komplek Kehakiman dan Pengayoman Bakal Dihentikan Gegara Menkumham Sindir Walikota

Layanan di Komplek Kehakiman dan Pengayoman Bakal Dihentikan Gegara Menkumham Sindir Walikota

0

Sindiran Menteri Hukum dan Hak Asasi Manusia (Menkumham) Yasonna Hamonangan Laoly, kepada Walikota Tangerang Arief R. Wismansyah soal izin lahan gedung kampus Politeknik, membuat warga Kota Tangerang geram. Bahkan, tidak sedikit dari mereka menyatakan kekecewaannya yang dirasa tak pantas diucapkan seorang Menteri.

Salah satunya, Junaidi selaku Ketua RW 01, Komplek Kehakiman, Kelurahan Buaran Indah, Kecamatan Tangerang yang dengan tegas menyatakan, dirinya kecewa terhadap Menkumham.

“Statement pak Menteri itu tidak etis. Saya sudah 24 tahun menjadi RW saya mengetahui jelas bobroknya lahan Kemenkumham yang tidak terurus hingga sekarang dipercantik Pemerintah Kota Tangerang,” ungkap Junaidi, Kamis (11/7/2019).

Junaidi menjelaskan, walau secara aturan penyerahan lahan belum terjadi. Tetapi Pemerintah Kota Tangerang sudah membangun sesuatu fasilitas yang sangat dirasakan masyarakat.

Pemerintah Kota Tangerang pun dinilai telah peduli kepada masyarakat yang hidup dilahan Kemenkumham.

Sementara itu, ia juga merasa dirugikan Kemenkumham setelah menerima surat Walikota yang berisi per 15 Juli, Pemkot tak bakal bertanggungjawab terhadap layanan sampah, perbaikan drainase dan jalan termasuk penerangan jalan di lahan Kemenkumham.

“Saya tidak mau ini terjadi terhadap warga semua disini. Andai saja satu hari saja sampah tidak diangkut pemerintah Kota Tangerang saya tidak terbayang gimana kondisi wilayah pemukiman kami,” tandasnya.

Diketahui, Pemerintah Kota Tangerang bakal menghentikan semua layanan yang berdiri diatas aset Kemenkumham.

Mulai dari komplek Kehakiman dan Pengayoman. Pasalnya, lahan itu berdiri di atas aset Kemenkumham yang Fasos Fasumnya belum diserahkan ke Pemerintah Kota Tangerang.

Seperti diberitakan sebelumnya, Yasonna Laoly menyindir keras Walikota Tangerang yang menyatakan bahwa, Arief R Wismansyah tidak ramah dengan Kemenkumham. (Amd)