Home Bandara Bea Cukai Bandara Soetta Ungkap Penyelundupan Sabu Modus Jastip

Bea Cukai Bandara Soetta Ungkap Penyelundupan Sabu Modus Jastip

0
Foto: Kepala Kantor Pelayanan Utama (KPU) Bea dan Cukai Tipe C Soekarno-Hatta, Erwin Situmorang menunjukkan barang bukti narkotika jenis Sabu di Aula Gedung B Bea Cukai Bandara Internasional Soekarno-Hatta, Tangerang, Kamis (15/8/2019). (tangerangonline.id)

Seorang wanita berinisial AA (22) tahun diamankan petugas Bea Cukai saat mendarat di Terminal 3 Bandara Internasional Soekarno-Hatta (Soetta), Tangerang, Sabtu (10/8) lalu.

Pasalnya, wanita berparas cantik ini kedapatan menyelundupkan narkotika jenis Methamphetamine atau Sabu seberat 1.576 gram.

Kepala Kantor Pelayanan Umum (KPU) Bea Cukai Tipe C Bandara Soetta, Erwin Sitomorang mengungkapkan, sabu tersebut dibawa AA dari India. AA sendiri berprofesi sebagai pelayanan jasa titipan (jastip).

“Ini kasusnya unik, AA yang berprofesi sebagai jastip direkrut oleh orang di India melalui media sosial. Dia bawa barang-barang berupa jastip, namun di dalam kotaknya disembunyikan metamphitamine jumlahmya 1,5 kilogram,” kata Erwin di Bandara Soetta, Tangerang, Kamis (15/8/2019).

Erwin menjelaskan, penegahan tersebut bermula ketika petugas Bea Cukai melakukan pemeriksaan barang bawaan penumpang AA yang baru saja tiba di Bandara Soetta. AA merupakan penumpang dengan rute penerbangan India-Malaysia-Jakarta.

“Didapati lima box mont blanc atau kotak berisi parfum dan ikat pinggang yang masing-masing didasarnya disembunyikan plastik hitam berisi kristal bening (sabu),” ungkap Erwin.

Erwin merinci, di dalam kotak bertuliskan Mont Blanc Emblem dan Absolu itu masing-masing terdapat jenis paket yang berbeda di setiap kotaknya, yakni paket 10 paket sabu dengan berat 573 gram dan paket 2 bungkus sabu seberat 215 gram.

Foto: Kantor Pelayanan Utama (KPU) Bea dan Cukai Tipe C Soekarno-Hatta menggelar jumpa pers di Terminal Kargo, Bandara Internasional Soekarno-Hatta, Tangerang (15/8/2019). (tangerangonline.id)

Setelah dimintai keterangan oleh petugas, AA mengaku sering membuka pelayanan jastip lewat media sosial. Kepada petugas, AA mengaku tidak mengetahui isi paket tersebut.

“Beberapa waktu lalu, AA mendapat tawaran dari seseorang untuk berangkat mengambil barang jastip ke India. Sesampainya di India, AA bertemu dengan seseorang di sebuah apartemen yang menyerahkan barang jastip 5 kotak beserta koper yang akan diambil seseorang di Jakarta,” beber Erwin.

AA lanjut Erwin, akan menerima upah sebanyak Rp 15 juta bila paket tersebut diterima oleh seorang penerima di Jakarta.

Petugas Bea dan Cukai kemudian berkoordinasi dengan Kepolisian dan melakukan controlled delivery. Tidak membutuhkan waktu yang lama, tim gabungan kemudian dapat mengamankan tersangka lain. Adalah, T (38) dan LR (39) yang diduga berperan sebagai penjemput barang.

Dari tempat tinggal T di Kapuk Muara, Jakarta Utara, ditemukan barang bukti lainnya yakni sabu seberat 33 gram. Total barang bukti yang ditemukan pun seberat 1.824 gram.

“Berdasarkan Undang-Undang Nomor 35 Tahun 2009 tentang Narkotika, para pelaku dapat diancam dengan hukuman pidana mati, pidana seumur hidup, atau pidana penjara paling lama 20 tahun,” tegas Erwin. (Rmt)