Beranda Berita Ahmad Tewas Ditusuk Teman, Bibi : Nyawa Haus Dibayar Nyawa

Ahmad Tewas Ditusuk Teman, Bibi : Nyawa Haus Dibayar Nyawa

0

Keluarga Ahmad Zunaidi (20) meminta N(19) pelaku penusukan sadis dihukum seberat beratnya. Mereka meminta pelaku dihukum mati atas perbuatannya yang telah menghilangkan nyawa dari Ahmad Zunaidi.

Bibi dari Ahmad yakni Mastiya Nita mengatakan kejadian yang menimpa keponakannya itu berlangsung saat pelaku mencoba memancing emosi korban.

Saat itu, N yang tak lain sahabat Ahmad yang tidak puas akan perkelahiannya yang sempat dilerai meminta Ahmad datang ke lokasi sepi untuk kembali berduel.

“Lu cemen (penakut) beraninya main keroyokan. Kalau lu berani sini datang lu ke tanggul,” ujar bibi korban seraya menirukan suara pelaku dirumah duka Minggu (13/10/2019).

Kata dia, saat itu Ahmad menghampiri N lantaran ia menganggap keduanya merupakan teman dan dapat segera diselesaikan. Namun demikian korban tidak menyangka pelaku membawa senjata tajam yang telah disiapkannya.

“Nah pas balik lagi ga taunya udah ngambil pisau, pisaunya bekas kupasan mangga masih ada bekasnya,” kata dia.

Dia menyebut dalam kesehariannya N merupakan orang yang kerap membuat ulah di lingkungan sekitar. Dia berharap atas kejadian ini polisi dapat menindak pelaku dengan hukuman yang berat.

“Tuh anak emang suka biang kerok. Tuh anak orangtuanya udah lepas. Saya minta di adili seadil – adilnya dan seberat beratnya,” kata dia.

“Kalau kata orang Betawi ya nyawa dibales dengan nyawa lagi gitu. Karena kita ikutin hukum kita serahin semua sama polisi,” tukasnya.

Sementara itu pengakuan teman korban, Bagus, peristiwa berdarah yang dilakukan Sabtu (12/10/2019) malam hari ini berawal akibat salah paham antara kedua temannya. Saat itu Nasrullah menanyakan kunci sepeda motor miliknya.

Seluruh teman N yang ada disitu tidak mengetahui dimana kunci miliknya. Namun saat tengah ke warung untuk membeli rokok, rupanya Ahmad menemukan kunci milik N yang tertinggal dan mengambilnya untuk dikembalikan.

Melihat kuncinya dipegang Ahmad, seakan tak percaya Nasarullah tidak menganggap Ahmad menyembunyikan kunci miliknya.

“Dikasih ke dia (N) dengan di lempar. Kemudian pas ngambil kunci langsung mukul,” kata Bagus di pemakaman korban.

Selanjutnya tidak berlangsung panjang perkelahian antara dua kawan ini selesai dihadapan semua temannya. Namun rupanya keduanya sepakat kembali bertemu.

“Ya akhirnya bertemu dan dia (korban) di tusuk disana (bendungan). Adeknya sempat minta tolong ke saya untuk mengantarkan korban ke rumah sakit tetapi saat di bawa sudah meninggal,” ucapnya. (Mhd/Rmt)