Home Bandara Selundupkan 16 ekor Kadal, WN Jepang Diamankan Petugas Bea Cukai Bandara Soetta

Selundupkan 16 ekor Kadal, WN Jepang Diamankan Petugas Bea Cukai Bandara Soetta

0

Seorang penumpang berkewarganegaraan Jepang terpaksa berurusan dengan petugas Bea dan Cukai di Terminal 3 Bandara Internasional Soekarno-Hatta (Soetta) pada Selasa (12/11).

Pasalnya, pria berinisial TM (62) ini kedapatan membawa 16 ekor kadal yang disembunyikan di dalam koper miliknya. Kadal yang diduga termasuk dalam spesies Tiliqua Gigas itu tidak dilengkapi dengan surat resmi dari Karantina Hewan.

Sedianya, TM akan bertolak ke Osaka, Jepang menggunakan pesawat Thai Arways TG-436 rute Jakarta-Bangkok-Osaka.

Namun, karena kedapatan mencoba menyelundupkan 16 ekor kadal khas Indonesia Timur, dirinya terpaksa batal terbang.

Petugas Penindakan Bea dan Cukai Bandara Soetta, Rega Wahyu Fitho menjelaskan, penumpang tersebut diamankan berawal dari kecurigaan petugas terhadap barang bawaannya saat diperiksa di X-Ray. Pihaknya bekerjasama dengan petugas Aviation Security (Avsec) dan Karantina.

“Kami mendapat informasi bahwa ada penumpang yang mencurigakan. Setelah dilakukan pemeriksaan lebih mendalam ditemukan dua buah wadah yang didalamnya terdapat 16 ekor kadal dalam keadaan hidup,” kata Rega di Bandara Soetta, Tangerang, Selasa (12/11/2019) malam.

Penumpang tersebut kemudian diamankan beserta barang bawaanya dan diperiksa di Kantor Pelayanan Utama Bea dan Cukai Tipe C Soekarno-Hatta. Selanjutnya diserahkan kepada petugas Balai Besar Karantina Pertanian (BBKP) Bandara Soetta untuk diperiksa lebih lanjut.

Sementara itu, petugas BBKP Bandara Soetta, drh Efi Setiani menyebut, pihaknya akan menempatkan 16 ekor kadal tersebut di Instalasi Karantina Hewan (IKH).

“Untuk sementara akan kita tempatkan di IKH BBKP Bandara Soetta. Untuk penumpangnya (MT) akan diperiksa oleh penyidik pegawai negeri sipil (PPNS) kami,” tutur Efi.

Kasus tersebut kini ditangani oleh BBKP Bandara Soetta. Rencananya, belasan kadal tersebut akan diserahkan ke Balai Konservasi Sumber Daya Alam atau BKSDA untuk dilepas liarkan. (Rmt)