Home Bandara Bandara Soetta Perketat Pemeriksaan Penumpang yang Pernah Singgah di Iran, Korea Selatan...

Bandara Soetta Perketat Pemeriksaan Penumpang yang Pernah Singgah di Iran, Korea Selatan & Italia

0
Area Pemindaian Suhu Tubuh Penumpang Terminal 3 Kedatangan Internasional Bandara Soekarno-Hatta. (tangerangonline.id)

BANDARA SOETTA – Kantor Kesehatan Pelabuhan (KKP) Kelas I Soekarno-Hatta memperketat pemeriksaan terhadap penumpang yang memiliki riwayat bepergian ke Iran, Korea Selatan dan Italia kurang dari 14 hari terakhir.

Pengetatan pemeriksaan dilakukan tidak hanya terhadap Warga Negara Asing (WNA) saja, pengetatan juga diberlakukan terhadap dan WN Indonesia.

Hal ini dilakukan menyusul mewabahnya Virus Corona (COVID-19) di tiga negara tersebut. Terlebih, Pemerintah telah melakukan pembatasan terhadap WNA yang tiba dari tiga negara tersebut mulai Minggu (8/3) kemarin.

Kepala Seksi Pengendalian Karantina Kantor Kesehatan Pelabuhan (KKP) Kelas I Bandara Soetta, Dr Tunggul Birowo mengatakan, untuk mempermudah pengawasan telah disiapkan jalur khusus untuk penumpang yang datang memiliki riwayat perjalanan ke Iran, Korea Selatan dan Italia.

“Terkait dengan negara-negara ini, telah disiapkan line khusus untuk mempermudah pelaku perjalanan (traveller). Ini bukan untuk memisahkan, tetapi untuk mempermudah proses pengawasan,” kata Tunggul saat ditemui di Terminal 3 Bandara Soetta, Tangerang, Senin (9/3/2020).

Seperti diketahui, pemerintah tidak melarang penerbangan atau kedatangan traveler dari Iran, Korea Selatan dan Italia.

Namun, mereka yang singgah di negara tersebut kurang dari 14 hari sebelum masuk ke Indonesia diwajibkan membawa surat keterangan sehat atau Health Certificate (HC) yang diterbitkan oleh pihak yang berwenang dari negara asal.

“HC ini berisi bahwa, pertama mereka fit for air travel, jadi sehat untuk melakukan perjalanan udara. Yang kedua adalah mereka clear, bersih dari Virus Corona,” ujar Tunggul.

Ia menjelaskan, petugas KKP Kelas I Bandara Soetta akan melakukan screening seperti penumpang pada umumnya. Mulai dari pengecekan suhu tubuh dengan Thermo Gun dan pemindaian dengan Thermal Scanner.

“Nantinya kami mengidentifikasi penumpang terutama warga negara asing yang punya riwayat bepergian ke tiga negara tersebut. Kami akan tanyakan tentang Health Certificate atau sertifikat kesehatan yang harus mereka bawa masuk ke Indonesia,” jelas Tunggul.

“Jadi sebelum mereka berangkat ke Indonesia, mereka berangkat dari mana? Negara itu yang menerbitkan HC. Jadi HC ini berlaku selama 7 hari,” tambahnya.

Ketika di dalam pemeriksaan tersebut ditemukan penumpang yang tidak dapat menunjukkan HC kepada petugas, maka direkomendasikan untuk ditolak kedatangannya masuk ke Indonesia.

“Yang pasti satu, untuk WNA maka kami akan merekomendasikan kepada Imigrasi untuk menolak kedatangan WNA tersebut. Sementara untuk WNI, khusus datang dari tiga negara ini maka kami akan melakukan pemeriksaan tambahan seperti cek tekanan darah kemudian saturasi oksigen dan juga kita akan melakukan pendataan terkait kedatangan,” ujar Tunggul.

Sementara, Senior Manager of Branch Communication & Legal Bandara Soetta, Febri Toga Simatupang menyebutkan bahwa dari tiga negara yang dilakukan pembatasan tersebut hanya tujuan Korea yang terdapat penerbangan langsung (direct) dari Bandara Soekarno-Hatta.

Saat ini, maskapai yang melayani penerbangan langsung menuju Seoul, Korea Selatan antara lain, Garuda Indonesia, Korean Airlines dan Asiana Airlines.

“Untuk Iran, Italia kita tidak ada direct dari Bandara Soekarno-Hatta. Namun untuk Korea, itu masih ada 6 flight per hari yaitu, Garuda Indonesia, Asiana Airlines dan Korea Airlines,” tandasnya. (Rmt)