Home Bandara Bea Cukai Kembali Tegah Pemasukan Narkotika Berbagai Modus di Bandara Soetta

Bea Cukai Kembali Tegah Pemasukan Narkotika Berbagai Modus di Bandara Soetta

0

Penyelundupan dan pemasukan narkotika melalui Bandara Internasional Soekarno-Hatta (Soetta) masih saja terjadi di tengah pandemi COVID-19 ini.

Dalam kurun waktu kurang lebih 2 bulan priode Juli – September 2020, petugas Kantor Pelayanan Utama (KPU) Bea dan Cukai Tipe C Bandara Soekarno-Hatta menegah 132 gram methamphetamine atau sabu dan 59,9 gram ganja sintetis.

Dalam penegahan ini petugas mengungkap setidaknya 2 modus pemasukan narkotika dengan jumlah tersangka sebanyak 7 orang.

Kepala KPU Bea dan Cukai Soekarno-Hatta Finari Manan mengatakan, kasus pertama terjadi pada Sabtu (25/7). Seorang penumpang berinisial OAP dan SH diamanakan lantaran menyembunyikan sebanyak 132 gram narkotika jenis Sabu berbentuk kapsul di dalam duburnya.

“Dari penumpang tersebut narkotika disembunyikan ke dalam anus. Ternyata masih ada yang melakukan seperti gini,” kata Finari di Terminal Kargo Bandara Soetta, Tangerang, Rabu (16/9/2020).

Penumpang tersebut merupakan penumpang pesawat dengan rute Batam-Jakarta dengan tujuan akhir Balikpapan dan transit di Terminal 2E Bandara Soekarno-Hatta. Dari tersangka OAP dan SH petugas mengamankan 132 gram narkotika jenis sabu.

Kemudian, pada bulan Agustus 2020, jajaran Bea dan Cukai juga menggagalkan penyelundupan narkotika jenis ganja sintetis melalui barang kiriman asal China. Pemasukan 26,9 gram narkotika golongan 1 jenis ganja sintetis melalui paket kiriman dengan modus pemberitahuan tidak benar (false declaration).

“ini penegahan dari gudang jasa titipan dan berasal dari China. Barang buktinya adalah bibit tembakau sintesis atau ganja sintesis sebanyak 26,9 gram,” ungkap Finari.

Dalam pemasukan narkotika tersebut, para tersangka menggunakan modus mencantumkan bahwa paket kiriman tersebut krim atau serum untuk wajah.

“Modusnya diberitahukan sebagai krim atau untuk serum wajah. Modusnya sering untuk kosmetik dan dari China. Dikembangkan oleh Bareskrim dan tersangka total ada 5, semua laki-laki berusia muda antara 20 – 24 tahun,” tuturnya.

Sementara kasus ketiga terjadi pada Kamis (3/9) penegahan paket kiriman dengan modus false declaration kembali dilakukan petugas.

Bermula dari kecurigaan petugas terhadap sebuah paket kiriman berasal dari China. Pemeriksaan secara mendalam pun dilakukan.

“Dari hasil pemeriksaan terhadap barang kiriman tersebut, petugas mendapati padatan atau serbuk berwama cream dengan berat bruto sebanyak 33 gram produk kimia mengandung senyawa psikoaktif golongan synthetic cannabinoid,” jelas Finari.

Ketiga kasus tersebut kini ditangani dan didalami oleh Dittipid Narkoba Mabes Polri dan Polresta Bandara Soetta.

Sementara ketujuh tersangka yang masing-masing berinisial OAP, SH, FN, NA, MF, MR dan FR ditahan dan djebloskan ke dalam penjara. Mereka juga terancam hukuman kurungan penjara maksimal 20 tahun, kurungan seumur hidup berdasarkan Undang-Undang Nomor 35 tahun 2009 tentang Narkotika. (Rmt)