Home Berita PMI Kecamatan Pinang Bantu Penuhi Stok Darah Yang Kian Menipis

PMI Kecamatan Pinang Bantu Penuhi Stok Darah Yang Kian Menipis

0

Palang Merah Indonesia (PMI) Kecamatan Pinang, Kota Tangerang menggelar donor darah. Donor darah ini dilakukan di Kantor Kecamatan Pinang, Rabu (27/1/2021).

Mumu Rohimu, Ketua PMI Kecamatan Pinang menyebut peranan masyarakat Kota Tangerang ikut serta dalam memenuhi stok darah di Kota Tangerang sangat dibutuhkan.

Apalagi, kata Mumu, saat ini stok darah di Kantor PMI Kota Tangerang kian menipis sejak pandemi Covid-19.

“Kita perlu ikut serta untuk membantu PMI. Alhamdulillah antusias pendonor di Kecamatan Pinang luar biasa. Ya kita perlu apresiasi, disetiap ada donor darah di kecamatan, OKP dan organisasi lainnya itu sangat antusias,” ujarnya di lokasi.

Mumu menjelaskan, selain pendonor yang antusias permintaan darah di Kecamatan Pinang pun sangat luar biasa. Namun, pihaknya juga menggalakan donor darah plasma konvalesen.

“Kalau untuk darah umum itu masih bisa terpenuhi. Tapi kita galakan itu kita bisa mengajak masyarakat menyumbangkan darahnya dan plasma konvalesen,” katanya.

Mumu menuturkan, setiap kegiatan suplai kantong darah bisa mencapai 30 sampai 50 kantong. Namun, dibantu dengan kegiatan donor darah di OKP, komunitas dan lainnya bisa mencapai 100 kantong darah.

“Aturan itu 60 hari atau 3 bulan ada rutinitas, artinya dilakukan secara terus menerus. Cuma alhamdulillah dibantu dengan kegiatan melalui komunitas, OKP akhirnya bisa jadi satu per tiga bulan itu bisa sampai 100 lebih kantong darah,” jelasnya.

Sementara itu, Camat Pinang, Kaonang menambahkan, pihaknya bakal menggalakan donor darah. Kedepan, dia mendorong seluruh kelurahan bisa menggelar kegiatan serupa.

“Target kita bisa terus menerus bakti sosial donor darah di kecamatan ini dengan objek pegawai. Kedepan seluruh kelurahan bisa melakukan ini, agar stok darah aman,” tambahnya.

Penelusuran Tangerangonline.id di lokasi, sebelum melakukan donor darah para pendonor juga harus melewati prosedur dengan mengecek kesehatan mereka.

Bahkan tidak sedikit dari pendonor yang tidak diperbolehkan melakukan donor darah karena kondisi kesehatan yang kurang memungkinkan. (Bal)