Home Bandara Selundupan Sabu 500 gram di Sandal, Polisi Amankan Seorang Penumpang di Bandara...

Selundupan Sabu 500 gram di Sandal, Polisi Amankan Seorang Penumpang di Bandara Soetta

0

Jajaran Satuan Reserse Narkoba Polresta Bandara Soekarno-Hatta (Soetta) kembali mengungkap kasus penyelundupan Sabu dengan modus disembunyikan dalam sol sandal.

Adapun pelaku yang diamankan berinisial EA dengan total sabu yang diamankan dari Sandal yang dikenakannya sebanyak 500,52 gram.

EA diamankan petugas sesaat setelah mendarat di Terminal 2E Bandara Soetta, Tangerang pada Minggu, 27 Juni 2021 lalu.

Kasat Res Narkoba Polresta Bandara Soetta, Kompol Nasrandy menuturkan, sabu tersebut rencananya akan dibawa dan diedarkan di Nusa Tenggara Barat (NTB). Pelaku sendiri merupakan penumpang yang transit di Bandara Soetta.

“Jadi penyelundupan sabu dengan modus diselipkan di jahitan sandal sama ini sama dengan kasus yang kita pernah ungkap sebelumnya 2 bulan lalu. Kita tangkap jaringan yang sama dengan modus yang sama. Pengiriman barang ini dari Aceh, rencana akan diselundupkan ke NTB,” ujar Kompol Nasrandy di Bandara Soetta, Tangerang, Rabu (4/8/2021).

Ia menjelaskan, pengungkapan kasus penyelundupan sabu dengan modus sol sandal ini berawal dari adanya laporan masyarakat.

“Dari laporan tersebut kami melakukan pendalaman, selanjutnya anggota mendapatkan informasi tambahan dan kami melakukan penangkapan terhadap EA di ruang tunggu Gate E4 Terminal 2E,” ungkap Nasrandy.

Ketika dilakukan body search atau pemeriksaan secara mendalam, Polisi menemukan 2 bungkusan berisi kristal bening yang disembunyikan di dalam sepasang sandal yang dikenakan pelaku. Sandal yang dikenakan EA telah dimodifikasi.

“Dari hasil pemeriksaan, isi bungkusan tersebut positif narkotika jenis Sabu,” tutur Nasrandy.

Untuk mempertanggungjawabkan perbuatannya, EA kini mendekam di Sel Tahanan Polresta Bandara Soetta. Ia juga diancam dengan pasal 114 ayat 2 Subsider pasal 112 ayat 2 UU Nomor 35 Tahun 2009 tentang Narkotika.

“Pelaku diancam dengan pidana penjara paling singkat 6 tahun dan maksimal hukuman pidana mati,” tegas Nasrandy. (Rmt)