Home Bandara DAMRI Hadirkan Bus Listrik Layani Rute Bandara Soetta – Gambir pp

DAMRI Hadirkan Bus Listrik Layani Rute Bandara Soetta – Gambir pp

0

Perum DAMRI mulai menguji coba bus listrik yang nantinya akan dioperasikan melayani rute Bandara Soekarno-Hatta – Gambir dan sebaliknya alias pulang pergi (pp).

Uji coba bus yang berkapasitas kurang lebih 40 penumpang ini dilakukan di Terminal 3 Bandara Internasional Soekarno-Hatta, Tangerang pada Kamis (25/11/2021).

“Pada puncak peringatan HUT ke-75 ini, DAMRI resmi meluncurkan uji coba operasional bus listrik yang bertempat di Gate 5 Terminal 3, Bandara Soekarno Hatta, Tangerang,” kata Direktur Utama Perum Damri Setia N Milatia Moemin, usai pelaksanaan uji coba.

Sebelumnya kata Setia, pihaknya telah mempelajari dan mengkaji penggunaan dalam uji coba bus listrik pada trayek regular dari dan ke Bandara. Hal ini guna memastikan bus teranyar tersebut aman dan siap dioperasikan.

“InshaAllah besok bisa (dioperasikan untuk penumpang), rutenya itu Bandara Internasional Soekarno Hatta ke Stasiun Gambir , Jakarta Pusat dan sebaliknya,” ujarnya.

Adapun tarif yang dikenakan pun masih tarif percobaan seperti bus DAMRI yang ada saat ini. Sehingga, pelanggan dapat merasakan sensasi menumpang bus listrik yang baru dioperasikan satu unit ini.

“Ini baru satu dulu yang dioperasikan, nanti kita lihat peminatnya bagaimana. Kalau terus naik, peminat banyak, kita tambah,” jelasnya.

Setia menjelaskan, penggunaan Bus listrik tersebut merupakan hasil kerjasama dengan PT Energi Makmur Buana dengan merek Edison Motors, juga kerjasama dengan PT Sokonindo Automobile dengan merek mikro bus DFSK. Dimana, keduanya telah memenuhi standar kualitas karoseri dan komponen motor listrik serta baterai yang telah teruji.

“Jika seluruh kebijakan terkait kendaraan listrik sudah ditetapkan, maka DAMRI siap untuk mengimplementasikannya sejalan dengan keharusan perusahaan untuk bersikap adaptif atas tantangan masa depan,” tuturnya.

Pengoperasian bus listrik ini juga merupakan wujud komitmen untuk turut serta berkontribusi mencapai target kendaraan listrik berbasis baterai yang mencapai 20 persen populasi kendaraan di Indonesia pada tahun 2025 dan penurunan emisi gas buang hingga 29 persen pada 2030.

Langkah ini sejalan dengan Program Langit Biru yang telah diatur dalam Peraturan Presiden Nomor 55 Tahun 2019 tentang Percepatan Program Kendaraan Bermotor Listrik Berbasis Baterai (Battery Electric Vehicle) untuk Transportasi Jalan.

Program langit biru merupakan program pemerintah untuk mengendalikan pencemaran udara, terutama yang bersumber dari kendaraan bermotor dengan tujuan meningkatkan kualitas udara bersih dan mengurangi emisi gas buang. (Rmt)