Beranda Bandara Garuda Indonesia Siapkan Airbus A330-900 Neo sebagai Armada Cadangan Untuk Layani Penerbangan...

Garuda Indonesia Siapkan Airbus A330-900 Neo sebagai Armada Cadangan Untuk Layani Penerbangan Haji 2023

0

Maskapai Garuda Indonesia menyiapkan 14 pesawat berbadan lebar (wide body) untuk melayani calon jemaah haji asal Indonesia pada musim haji 1444 H atau tahun 2023. Adapun jenis pesawat yang digunakan diantaranya 7 Boeing B777-300, 4 Airbus A330-300, dan 3 Airbus A330-900.

Disamping itu, Garuda Indonesia juga menyiapkan 1 unit pesawat Airbus A330-900 Neo sebagai pesawat cadangan (back up). Pesawat berkapasitas 301 penumpang tersebut dipersiapkan bilamana ada armada utama yang mengalami masalah atau membutuhkan perbaikan.

“Kita siapkan satu armada back up atau cadangan, jadi saat ini ada 14 armada atau pesawat utama yang aktif untuk musim haji, ditambah 1 pesawat cadangan. (armada) ini standby di CGK,” kata Direktur Utama Garuda Indonesia Irfan Setiaputra di Hangar 2 GMF AeroAsia Bandara Soekarno-Hatta, Tangerang, Selasa (23/5/2023).

Garuda Indonesia juga bakal menambah penerbangan untuk melayani jemaah haji asal Indonesia. Rencananya, akan ada kurang lebih 23 penerbangan tambahan atau extra flight pada musim haji tahun ini.

“Kami sudah komunikasikan dengan pemerintah, rencana akan ada 23 tambahan penerbangan,” kata Irfan.

Rencananya, extra flight tersebut diperuntukan untuk jemaah haji program ONH Plus dan Haji Furoda atau pelaksanaan haji yang merupakan undangan langsung dari Kerajaan Arab Saudi.

Irfan mengaku, dirinya akan melepas jemaah kloter dari Solo, Jawa Tengah dini hari nanti. Sementara, Ade Susardi, Direktur Layanan dan Niaga Garuda Indonesia akan mendampingi Menteri Agama untuk melepas jemaah dari Bandara Soekarno-Hatta, Tangerang.

“Kloter dari Solo akan berangkat nanti malam pukul 00.30, nanti 10 menit setelahnya kloter dari Jakarta baru akan berangkat,” kata Irfan.

Irfan menuturkan, jumlah jemaah yang diberangkatkan oleh Garuda Indonesia tahun ini lebih banyak dibanding tahun 2022 lalu atau selepas pandemi COVID-19. Sebab, saat pandemi atau selama kurang lebih 2,5 tahun tidak memberangkatkan jemaah calon haji.

“Ini tahun kedua selama pandemi. Jadi tahun lalu kita sudah menerbangkan (haji) tapi hanya 50 persen sekitar 50ribuan. Dua tahun kita tidak menjalankan program haji. Tahun ini jumlahnya lebih sedikit dibandingkan tahun 2019,” ujarnya.

Pada musim haji 2023 ini, Garuda Indonesia akan menerbangkan 104.172 calon jemaah haji dari 9 embarkasi yaitu Aceh, Medan, Padang, Jakarta, Solo, Balikpapan, Banjarmasin, Makassar, dan Lombok. (Rmt)