Program Pita Girang (Pijat Balita Gizi Kurang) yang dikembangkan Puskesmas Pondok Jagung, Kota Tangerang Selatan (Tangsel), terus menunjukkan hasil positif.
Program yang memadukan pelayanan gizi dengan terapi pijat akupresur ini mendapat apresiasi dari para orang tua karena dinilai mampu membantu meningkatkan nafsu makan, kualitas tidur, hingga pertumbuhan balita dengan status gizi kurang.
Salah satu orang tua penerima manfaat, Dewi Susilowati, mengaku merasakan perubahan yang sangat signifikan pada putranya, Abid, setelah rutin mengikuti layanan Pita Girang.
“Alhamdulillah perkembangan dari Abid sejak saya menggunakan atau memakai jasa pijat Pita Girang, alhamdulillah bagus banget perkembangannya, Mas. Dari nafsu makan, berat badan Abid yang dari awal dari 8 kilo, setelah saya mengikuti pijat Girang selama 2 bulan atau kurang lebih 18 sampai 20 kali, naik jadi 11 kilo. Alhamdulillah sih nafsu makannya bagus, dianya lincah. Jadi sangat membantu untuk layanan pijat Pita Girang ini,” kata Dewi.
Menurutnya, peningkatan tidak hanya terjadi pada berat badan, tetapi juga tinggi badan sang anak yang kini tumbuh jauh lebih baik dibanding sebelumnya.
“Tinggi badan ada peningkatan banget. Dulu anak saya 2 tahun kayak mungil gitu, Mas, kecil banget. Badannya kecil, berat badannya kecil, tingginya juga pendek banget. Terus semenjak itu naik, naik sekarang jadi terakhir tadi dicek udah ada 108-an. Udah bagus banget Mas, perkembangannya,” katanya.
Dewi menceritakan, dirinya mulai mengenal program Pita Girang sekitar Agustus tahun lalu ketika Abid masih berusia dua tahun dengan berat badan hanya 8 kilogram.
Atas rekomendasi salah satu bidan di Puskesmas Pondok Jagung, ia kemudian mengikuti program tersebut secara rutin.
“Saya kenal pijat Pita Girang itu kurang lebih Agustus tahun lalu ya, waktu dia masih umur 2 tahun. 2 tahun dia berat badannya masih 8 kilo. Terus akhirnya ketemu sama salah satu bidan puskesmas, untuk diajukan ke pijat Pita Girang. Lalu kurang lebih di bulan Desember, dia udah 11 kilo. Berarti kurang lebih ada tiga sampai empat bulanan. Perkembangannya jauh banget, beda banget,” ungkapnya.
Tak hanya merasakan manfaat dari sisi pertumbuhan, Dewi juga mengaku anaknya merasa nyaman setiap kali menjalani terapi pijat.
“Pas proses pijat, anak anteng sih. Anteng, dia menikmati aja. Terus juga karena Ibu yang petugasnya juga ramah ke kita, ramah ke anak, ditanya, terus diajakin nyanyi, diajakin TikTok gitu. Jadi anaknya diem, anteng, terus ditanya ‘balonku ada berapa?’ kayak gitu-gitu. Jadi anteng sih bocah, Mas. Menikmati aja,” tuturnya.
Ia pun menyebut sang anak tidak pernah rewel saat menjalani terapi.
“Support lah. Anak jadi juga mau, dipijat juga enggak ngereog juga, Mas,” katanya.
Bahkan kini, Abid selalu bersemangat ketika diajak datang ke Puskesmas Pondok Jagung untuk mengikuti layanan Pita Girang.
“Anak antusias banget! Semenjak setelah ada Pita Girang, kalau diajak sini mau. Sebelumnya takut dia, Mas. Cuman karena udah kenal ke sini, udah dari bidannya juga banyak kenal kita, jadi mau-mau aja, semangat-semangat aja dia, Mas. Gitu,” ujarnya.
Sebelumnya diberitakan, Puskesmas Pondok Jagung menghadirkan inovasi Pita Girang (Pijat Balita Gizi Kurang) sebagai salah satu upaya membantu menekan angka balita gizi kurang di Kota Tangerang Selatan (Tangsel).
Program ini menggabungkan pelayanan gizi dengan pelayanan kesehatan tradisional berupa pijat akupresur yang bertujuan membantu meningkatkan nafsu makan dan kualitas tidur balita.
Inovasi tersebut menjadi salah satu layanan unggulan Puskesmas Pondok Jagung yang mendapat dukungan penuh dari Dinas Kesehatan Kota Tangerang Selatan.
Program ini juga menjadi contoh bahwa pelayanan kesehatan konvensional dapat dipadukan dengan terapi tradisional yang dilakukan sesuai standar pelayanan kesehatan.
Kepala Puskesmas Pondok Jagung, dr. Ratu Wulandari, menjelaskan bahwa Pita Girang merupakan kolaborasi antara program gizi dan Pelayanan Kesehatan Tradisional (Yankestrad) yang difokuskan bagi balita dengan status gizi kurang.
“Pelayanan yang ada di Puskesmas Pondok Jagung ini namanya pelayanan Pita Girang atau Pijat Balita Gizi Kurang. Ini adalah kolaborasi antara program gizi dan program Yankestrad (Pelayanan Kesehatan Tradisional),” katanya.

