Home Berita Gadis Ini Coba Pakai Paspor Orang Lain ke Luar Negeri

Gadis Ini Coba Pakai Paspor Orang Lain ke Luar Negeri

0

Seorang wanita berinisial AKAB (21) terpaksa berurusan dengan petugas Imigrasi Bandara Soekarno-Hatta (Soetta). Pasalnya, AKAB kedapatan menggunakan Paspor RI yang bukan miliknya untuk bepergian ke luar negeri.

AKAB diamankan petugas Imigrasi di Terminal 3 Keberangkatan Bandara Soetta pada Kamis (7/9/2016), saat akan berangkat ke Kuala Lumpur, Malaysia menggunakan pesawat Air Asia QZ200.

Kepala Kantor Imigrasi Kelas I Khusus Bandara Soetta Alif Suaidi mengatakan, kasus ini terungkap karena kejelian petugas Imigrasi dan diduga wanita tersebut bukanlah orang sebagaimana dalam Paspor RI yang digunakannya, dan AKAB mengaku bahwa paspor yang digunakan tersebut bukanlah miliknya.

“Ketika diperiksa petugas, AKAB menyatakan meminjam Paspor RI atas dana DC tersebut 3 hari sebelum berangkat, dengan alasan ingin mengunjungi ibunya di Kuala Lumpur. Hal itu dilakukan AKAB karena paspor miliknya sudah habis masa berlaku,” kata Alif kepada wartawan di kantornya, Rabu (14/9/2016) malam.

Kemudian Penyidik Pegawai Negeri Sipil (PPNS) Keimigrasian Imigrasi Bandara Soetta menahan AKAB dari 8 Juli 2016 untuk dimintai keterangan lebih lanjut.

“Setelah dilakukan pengembangan, satu Minggu kemudian PPNS melakukan penangkapan terhadap DC (27) pada tanggal 14 Juli 2016 dan dilanjutkan dengan penahanan terhadap DC,” ungkap Alif.

Namun pada tanggal 9 Agustus 2016, AKAB dan DC diberikan penangguhan penahanan dan dikeluarkan dari penahanan dikarenakan bersikap kooperatif selama penyidikan.

Belakangan diketahui, AKAB merupakan gadis asal Depok, Jawa Barat. Dari tangan kedua tersangka, petugas menyita 2 buah KTP Asli milik AKAB dan DC, 2 buah Paspor RI masing-masing atas nama AKAB dan DC serta 1 lembar boarding pass Air Asia QZ200 atas nama DC yang digunakan oleh AKAB.

Untuk mempertanggung jawabkan perbuatannya, AKAB dan DC disangkakan pasal 126 huruf b UU RI No.6 Tahun 2011 tentang Keimigrasian dengan masing-masing ancaman pidana penjara paling lama 5 tahun dan denda paling banyak Rp 500 juta. (Rmt)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here