Home Berita Ini Alasan Robohkan Gedung Tua Bintaro dengan Metode Overloading Dibandingkan Dinamit

Ini Alasan Robohkan Gedung Tua Bintaro dengan Metode Overloading Dibandingkan Dinamit

0

Metode Overloading atau Pembebanan yang dilakukan untuk perobohan gedung menjadi sorotan masyarakat. Tidak sedikit masyarakat yang membandingkan metoda pembebanan dan perobohan dengan menggunakan dinamit. Namun perbandingan tersebut tidak digubris oleh pihak kontraktor perobohan PT Wahana Infonusa dengan dalih kondisi gedung saat ini lebih tepat menggunakan metoda pembebanan.

“Dengan kondisi gedung yang seperti saat ini, metode pembebanan merupakan pilihan metode yang relatif aman dibandingkan dengan menggunakan dinamit,” ucap Direktur Utama PT Wahana Infonusa, Yoyok Harisucahyo dalam acara konferesi pers di Emerald Club House Bintaro.

Ia juga menjelaskan penyebab tidak menggunakannya dinamit karena belum adanya kontraktor yang berpengalaman dalam perobohan dengan menggunakan dinamit.

“Di Indonesia, belum ada kontraktor yang mempunyai pengalaman yang pas untuk menggunakan dinamit karena menggunakan dinamit itu mudah, harus mempertimbangkan masalah ijinnya dan juga dinamit itu tidak murah,” tuturnya.

Kemudian Tim Ahli Bangunan Gedung (TABG), Adang Surahman menambahkan jika menggunakan dinamit untuk perobohan gedung bank swasta belum tentu akan roboh karena mengingat kekokohan gedung tersebut.

“Cara perobohan overloading adalah cara yang lebih aman dibandingkan menggunakan dinamit karena belum tentu jika menggunakan dinamit akan roboh. coba kalau kita menggunakan dinamit tapi tidak roboh, justru malah merugikan masyarakat sekitar dengan dampaknya yaitu geterannya atau bisa jadi kacanya pecah karena getaran,” jelas Adang Surahman.

Sedangkan dalam penggunaan crein, PT Wahana Infonusa tidak ingin menggunakan crein lebih dari satu karena menurutnya dengan kondisi tempat gedung yang seperti itu dapat membahayakan para pekerjanya. Oleh karena itu, mereka lebih mengantisipasikan pada dampak yang lainnya, yaitu dampak debu akan ditimbulkan dan memberikan keamanan hingga 300 meter dari radiusnya.

“Kami lebih mengantisipasinya pada dampak- dampak yang lain seperti debu yang dapat mengganggu warga sehingga ini membutuhkan kehati- hatian dan memberikan keamanan sekitar 300 meter dari radius tersebut,” ujar Yoyok. (Tan)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here