Home Berita Di Acara Ngopi Bareng, Bang Ben Beberkan Perubahan Tangsel

Di Acara Ngopi Bareng, Bang Ben Beberkan Perubahan Tangsel

0

Kalangan masyarakat tergabung dalam komunitas Tangsel Club (TC) kembali menggelar silaturahmi bersama. Kali ini, silaturahmi digelar dengan mengusung acara ngobrol dan ‘Ngopi Kongkow Bersama Bang Ben’ di Resto Kampoeng Anggrek, Serpong, Jumat (31/3/2017).

Bang Ben, sapaan akrab Wakil Walikota Tangsel Benyamin Davnie, membuka acara kongkow dengan menceritakan historis Tangerang Selatan (Tangsel) yang diawali dari sejarah tanah Jawara (Banten) dan penamaan Tangerang dari ‘Tetengger Perang’ pada masa kesultanan Banten versus kolonial.

Dia bercerita, banyak perubahan yang dirasakannya baik secara kultural budaya, ekonomi, dan pembangunan infrastruktur hingga saat ini. Ditambahkannya, kota yang diamanahkannya menjadi penyangga Ibu Kota Indonesia.

“Saya merasakan kondisi yang berbeda dulu dan saat ini. Dahulu, Tangsel tampak seperti tempat yang sunyi, namun beda dengan sekarang sangat ramai,” ungkap Bang Ben.

Diakuinya, perubahan suatu daerah tak terlepas dari pertumbuhan ekonomi dan penunjang lainnya, seperti kemajuan infrastruktur dan mudahnya akses jalan. Maka itu, perubahan Tangsel tak terlepas dari itu semua.

“Tangsel itu secara geografis memang daerah startegis. Perbatasan antara kota-kota besar yakni Jakarta,  Bogor, Depok, dan lainnya. Itulah salah satu yang membuat Tangsel kemarin dan sekarang beda,” ujarnya.

Dia juga menyayangkan, meski Tangsel secara geografis diuntungkan, namun terkadang mendapat dampak negatifnya. Seperti kejahatan terorisme, penyebaran penyalahgunaan narkoba dan lainnya. “Beberapa kita tahu kejahatan teroris terjadi di Tangsel. Terakhir, kemarin diduga terorisnya sekretaris RT,” sebutnya.

Namun, dia percaya majunya suatu daerah karena adanya keterlibatan masyarakat yang sadar dan peduli atas daerah, bukan apatis dan menyerahkan keseluruhanannya kepada penyelenggara negara (pemerintah).

“Kita sudah memiliki beberapa pelayanan berbasis online yang langsung berinteraksi dengan masyarakat. Penggunaannya pun bisa dengan HP android. Namun, bila masyarakatnya belum tersadarkan untuk mengaplikasikannya sama saja menghambat masukan ataupun kritikan untuk membangun daerah,” tuturnya.

Meski begitu, Bang Ben yakin masyarakat Kota Tangsel memiliki kepedulian untuk membangun daerahnya. Terbukti, dengan digelarnya ngobrol bareng bersamanya oleh komunitas TC yang kebanyakan anggotanya memiliki peran strategis.

Sementara, Presiden Tangsel Club Uten Sutendy mengatakan, komunitas ini merupakan terdiri dari masyarakat Tangsel yang diawali ingin memajukan Tangsel bersama-sama. Beberapa kegiatan yang telah diselenggarakan seperti peduli lingkungan, diskusi publik bersama pemerintah setempat dan stakeholder dan kegiatan swadaya lainnya.

“Prinsipnya kita ingin mempedulikan kota tercinta kita. Ayo kita bangun bersama Kota Tangsel,” ungkapnya. (abi)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here