Beranda Berita Telan 70 Pil Shabu, Wanita Kenya Diamankan Petugas BC Bandara Soetta

Telan 70 Pil Shabu, Wanita Kenya Diamankan Petugas BC Bandara Soetta

0

Seorang wanita berkewarganegaraan Kenya berinisial MFN (35) diamankan petugas Bea Cukai lantaran kedapatan membawa 96 kapsul yang berisi narkotika jenis Shabu. Ia diamankan petugas saat tiba di Bandara Internasional Soekarno-Hatta (Soetta) pada Minggu, (9/7) lalu.

Kepala Bea Cukai Bandara Soetta, Erwin Situmorang menjelaskan, terungkapnya penyeludupan narkotika tersebut berawal dari kecurigaan petugas.

“Saat petugas melakukan pemeriksaan badan (body searching) didapati sebanyak 26 kapsul berisi methamphetamine atau shabu seberat 305 gram yang disembunyikan di pakaian dalam yang dikenakannya,” kata Erwin kepada wartawan di Kantor Bea Cukai, Terminal Kargo, Bandara Soetta, Tangerang, Kamis (3/8/2017).

Atas hasil pemeriksaan tersebut, petugas melakukan interogasi terhadap tersangka, dan kemudian diketahui bahwa selain 26 kapsul yang disembunyikan dalam pakaian dalamnya, ia juga menyembunyikan kapsul-kapsul lain yang juga berisi shabu di dalam tubuhnya dengan cara ditelan (swallowed).

Selanjutnya, petugas Bea Cukai Bandara Soetta berkoordinasi dengan pihak Bareskrim Polri untuk melakukan controlled delivery guna pengembangan kasus. Petugas gabungan pun bergerak cepat.

Kasubdit I Direktorat Tipid Narkoba Bareskrim Kombes Pol Enggar Pareanom mengatakan, petugas gabungan kemudian membawa tersangka MFN dan selanjutnya bergerak ke sebuah hotel di kawasan Jakarta Utara.

Pengakuan tersangka kepada petugas, ia diminta oleh pengendalinya yang berada di Ghana untuk menetap di hotel tersebut seraya menunggu penjemput barang datang.

“Keesokan harinya (Senin,10/7), MFN mengeluarkan kapsul-kapsul berisi shabu yang ditelannya secara bertahap mulai dari pagi pukul 05.12 WIB hingga malam hari pukul 20.50 WIB. Total jumlah kapsul yang dikeluarkan dari dalam perut MFN sejumlah 70 butir dengan berat 840 gram,” ungkap Enggar.

Hari berikutnya, Selasa (11/7), MFN berkomunikasi dengan pengendalinya yang disebut dengan “Frank” yang berada di Ghana. Dari hasil komunikasi tersebut, MFN diberi tahu bahwa ada seorang penjemput yang akan datang untuk mengambil barang.

“Namun, keesokan harinya, MFN diberi kabar bahwa rencana tersebut berubah dan Frank akan mencari orang lain lagi yang akan bertindak sebagai pengambil barang,” kata Enggar.

Komunikasi antara Frank dan MFN terus dilakukan, namun hingga tanggal 20 Juli 2017, pengambil barang yang disebut Frank yang rencananya akan datang ke hotel tidak kunjung datang menemui MFN.

“Akhirnya, tim gabungan memutuskan untuk membawa MFN dan barang bukti shabu seberat total 1.145 gram ke kantor Bareskrim Polri untuk diproses lebih lanjut,” ujarnya.

Tersangka dapat diancam hukuman mati atau kurungan paling lama 20 tahun penjara sesuai dengan Pasal 114 ayat (2) subsider pasal 112 ayat (2) juncto pasal 132 ayat (1) Undang-Undang nomor 35 Tahun 2009 tentang Narkotika dan tindak pidana psikotropika. (Rmt)

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini