Home Berita AP II Hadirkan Pusat Kendali Operasi Bandara di Bandara Soetta

AP II Hadirkan Pusat Kendali Operasi Bandara di Bandara Soetta

0

PT Angkasa Pura II (AP II) hadirkan Airport Operation Control Center (AOCC) di Bandara Internasional Soekarno-Hatta (Soetta). AOCC ini akan dioperasikan di Gedung 631 Bandara Soetta, Tangerang.

Direktur Utama AP II Muhammad Awaluddin mengatakan, AOCC merupakan wadah untuk memonitor keseluruhan operasi bandara atau pusat kendali operasi bandara yang berfungsi untuk memonitor seluruh pergerakan pesawat dan penumpang.

“Platform yang kita gunakan itu namanya airport management system dan mengintegrasikan seluruh aktifitas pergerakan baik penumpang maupun seluruh komponen ekosistem bandara untuk menjadi satu kesatuan yang terintegrasi,” kata Awaluddin kepada wartawan disela acara Ground Breaking AOCC di Gedung 631 Bandara Soetta, Tangerang, Senin (11/9/2017).

Pembangunan gedung AOCC ini rencananya selesai dalam waktu kurang lebih 6 bulan ke depan. Nantinya, seluruh pemangku kepentingan di bandara yang terdiri dari unsur 4A yaitu Airport Operator, Airline Operator, Air Navigation, dan Authorities seperti karantina, bea cukai, imigrasi, kepolisian, dan lain sebagainya berkolaborasi di gedung ini.

Terlibatnya seluruh stakeholder bandara karena AOCC mengintegrasikan pengelolaan sumber daya di Bandara Soetta guna dapat beroperasi secara efektif dan efisien sehingga mengakomodir terwujudnya keselamatan (safety), keamanan (security), pemenuhan atas regulasi (compliance), serta pelayanan (services).

“Sehingga dengan wadah ini nanti, seluruh member stakeholder bandara akan ada di sini (Gedung 631) sehingga proses pengambilan keputusan bisa dengan sangat cepat,” ujar Awaluddin.

Menurut Awaluddin,  monitoring dan kendali dari sistem operasi bandara juga bisa dengan sangat efisien dengan sangat efektif dan engaged dengan seluruh stakeholder bandara.

Sementara Chief of AOCC, Dani Indra Iriawan mengatakan, pembangunan ini merupakan salah satu upaya AP II untuk terus meningkatkan kapasitas dan fasilitas bandara seiring dengan pertumbuhan jumlah pergerakan penumpang dan pesawat udara.

“Untuk mengantisipasi perkembangan industri penerbangan dan dinamika operasional dimasa yang akan datang, dibutuhkan sistem pengelolaan sumber daya yang terintegrasi dan terpadu agar ketepatan waktu pelayanan operasional dapat terus ditingkatkan. Untuk itulah AOCC ini dibangun,” ujar Dani.

Adapun fasilitas yang disiapkan di dalam gedung seluas 2250 meter persegi yang memakan biaya kurang lebih Rp. 100 milyar ini antara lain, AOCC Control Room, CCTV Room, Network Operation Control, Meeting Room, Emergency Situation Room, APMS Control Room, Mushola dan Cafetaria. (Rmt)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here