Home Berita BPKAD Tegaskan Tanah 6000 M di Rawa Rengas Aset Pemkab

BPKAD Tegaskan Tanah 6000 M di Rawa Rengas Aset Pemkab

0

Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Tangerang melalui Badan Pengelolaan Keuangan dan Aset Daerah (BPKAD) menyatakan tegas tanah seluas 6000 meter persegi di sepanjang jalan irigasi di Desa Rawa Rengas, Kecamatan Kosambi, merupakan aset milik Pemkab Tangerang.

Pernyataan tersebut diungkapkan oleh Kepala Bidang Aset BPKAD Fahmi Feisuri, bahwa pihaknya tidak pernah mengkalim tanah orang. Tanah tersebut sudah tercatat di Singgah Barang Milik Daerah melalui audit BPK.

“Kami tidak pernah mengklaim tanah orang, tanah tersebut sudah tercatat di Singgah Barang Milik Daerah dan sudah diaudit oleh BPK pada tahun 2016,” tegasnya saat dikonfirmasi oleh tangerangonline.id melalui telepon selulernya, Jumat (26/1/2018).

Fahmi pun menjelaskan, jika ada pihak yang turut mengklaim tanah tersebut merupakan miliknya, tentu harus dibuktikan sama-sama, nantikan ada mekanisme yang harus dilalui sesuai dengan ketentuan yang ada.

“Kami siap jika dari bukti bahwa tanah tersebut bukan milik kami, dari pihak-pihak yang mempunyai bukti lengkap atau keputusan hukum tetap, akan kami hapus dari aset daerah tentunya dengan persetujuan DPRD,” jelasnya.

Ia pun membantah adanya bahasa ‘meminjamkan’ dari masyarakat terhadap Pemkab Tangerang untuk dibangun infrastruktur jalan. Dulu saat Musrembang masyarakat menyetujui Pemerintah untuk membangun jalan.

“Waktu kita membangun jalan ialah permintaan masyarakat, karena perannya pemerintah untuk pembangunan infrastruktur jalan saat itu tidak ada yang komplain apa-apa,” terang Fahmi.

Lanjut dirinya, kenapa saat ada pembebasan lahan oleh pihak Bandara Soetta di Desa Rawa Rengas ini, banyak pihak yang mengklaim tanah ini miliknya.

Diberitakan sebelumnya, sedikitnya 6.000 meter persegi lahan milik warga desa Rawa Rengas, Kecamatan Kosambi, Kabupaten Tangerang diklaim sebagai aset milik Pemkab Tangerang. Lahan yang dimaksud adalah tanah yang diatasnya terdapat konstruksi jalan.

Hal ini menjadi salah satu kendala proses pembebasan tanah untuk keperluan pembangunan Runway 3 Bandara Soekarno-Hatta (Soetta) yang terdampak di Desa Rawa Rengas.

Kepala Desa Rawa Rengas, Ingkil mengatakan, pada saat dilakukan pelebaran jalan untuk memperluas akses warga dilakukan pengerasan, warga setempat secara sukarela memberikan tanah miliknya untuk dijadikan jalan, namun sebatas pinjam pakai dengan rincian kurang lebih 2 x 3.000 meter.

Lahan seluas 6.000 meter persegi milik masyarakat yang diatasnya terdapat konstruksi jalan tersebut sudah dicatat sebagai aset oleh Pemkab Tangerang.

“Tanah warga yang dilewati konstruksi jalan (paving block, pengerasan dengan beton) hanya sebatas pinjam pakai. Namun lahan warga tersebut dicatat oleh Pemkab Tangerang sebagai aset,” ujar Ingkil

Ia pun mengaku akan berupaya agar tanah yang notabenenya adalah hak masyarakat agar dapat dikembalikan kepada masyarakat.

“Kami dari pemerintahan desa meminta agar ganti kerugian lahan yang dimaksud diberikan kepada warga, karena mereka yang berhak,” ujar Ingkil.

Pihaknya kini tengah menunggu hasil dan keputusan dari pembahasan lahan warga yang dicatatkan sebagai aset Pemkab Tangerang tersebut. (Yan)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here