Beranda Berita Dr Susaningtyas Harap Wanita TNI/Polri Miliki Posisi Strategis dan Lakukan Bench Marking

Dr Susaningtyas Harap Wanita TNI/Polri Miliki Posisi Strategis dan Lakukan Bench Marking

0

Hari ini seluruh bangsa Indonesia memperingati Hari Kartini. Hal itu dilakukan dalam rangka mengenang perjuangan dan jasa-jasa dari salah satu pahlawan wanita nasional yang tangguh yakni Raden Ajeng (RA) Kartini.

Kartini yang lahir pada 21 April 1879 merupakan pahlawan nasional yang dikenal sebagai pelopor kebangkitan perempuan Indonesia.

Presiden Soekarno, telah mengeluarkan Keputusan Presiden Nomor 108 Tahun 1964 tanggal 2 Mei 1964 yang menetapkan Kartini sebagai Pahlawan Kemerdekaan Nasional, sekaligus menetapkan hari lahir Kartini, tanggal 21 April, untuk diperingati setiap tahun sebagai hari besar yang kemudian dikenal sebagai Hari Kartini.

Pada peringatan Hari Kartini kali ini, Pengamat Militer dan Intelijen, Dr Susaningtyas Nefo Handayani Kertopati, mengharapkan TNI/Polri lebih meningkatkan lagi peran dari Perwira Wanita dalam menempati posisi-posisi strategis yang ada dalam tubuh TNI/Polri.

Menurut wanita yang akrab disapa Nuning ini, emansipasi wanita dalam tubuh TNI/Polri sudah cukup baik, namun kedepan perlu ditingkatkan, sehingga kedudukan Perwira Wanita TNI/Polri semakin banyak yang membidangi posisi strategis yang selama ini banyak dijabat Perwira Pria, utamanya pada bidang teritorial.

“Sepanjang pengetahuan saya, pada TNI AD misalnya, belum ada Kepala Staf Kodam (Kasdam) yang berasal dari Wanita. Padahal, bila ada yang memenuhi kriteria, bisa saja, ditugaskan perwira wanitanya untuk menduduki jabatan itu,” kata Nuning kepada tangerangonline.id, Sabtu (21/4/18)

Ia mengatakan, bahwa sebenarnya sejauh ini emansipasi di tubuh TNI sudah cukup baik. Tapi masih belum cukup dan memang perlu untuk ditingkatkan lagi ke depannya.

Pengamat dengan desertasi terbaik dari sebuah perguruan tinggi negeri ternama ini menyebutkan, selama ini Prajurit Wanita di tubuh TNI lebih banyak menduduki jabatan yang bersifat administratif saja.

“Selama ini, saya melihat Prajurit Wanita lebih banyak menduduki jabatan administratif saja. Kalau bukan di pendidikan, ya di keuangan. Karena itu, kedepan diharapkan mereka dapat mengisi jabatan-jabatan strategis di TNI,/Polri, ” harap Nuning.

Sehingga dengan demikian, kata Nuning, kedepannya emansipasi di tubuh TNI/Polri akan bisa semakin bisa dirasakan oleh para Perwira Wanita.

Selain itu, Nuning menambahkan, para prajurit dan perwira TNI/Polri wanita juga sedapat mungkin untuk melakukan bench marking kemajuan ilmu pengetahuan, terlebih perang modern saat ini tak melulu perang konvensional.

Dalam perkembangan industri 4.0, lanjut Nuning, tentu juga harus belajar ilmu pengetahuan dan tekhnologi dalam menghadapi perang siber, asimetrik, proxy dan hibrida.

“Saya yakin Tentara dan Polisi Wanita kita mampu mengadopsi pengetahuan tersebut jadi siap hadapi eskalasi ancaman negara hingga ke lini tercanggih sekalipun.Selamat Hari Kartini,” tutup Nuning. (Mrz)

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini